Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Yuk Intip Wabi-Wabi, Koleksi Sepatu Ramah Lingkungan Merek Pijakbumi

Produsen sepatu lokal Pijakbumi meluncurkan capsule collection terbarunya yang bertajuk Wabi-Sabi, melalui kolaborasi dengan merek serat alami untuk tekstil Tencel dan produsen tekstil Gamatex.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  18:00 WIB
Koleksi Wabi-Sabi dari Pijakbumi ini memberikan pengalaman yang baru bagi pelanggan dan penggemar setia untuk beralih dan berkontribusi melestarikan Bumi dengan memilih produk alas kaki yang nyaman dan ramah lingkungan.  - Pijakbumi
Koleksi Wabi-Sabi dari Pijakbumi ini memberikan pengalaman yang baru bagi pelanggan dan penggemar setia untuk beralih dan berkontribusi melestarikan Bumi dengan memilih produk alas kaki yang nyaman dan ramah lingkungan. - Pijakbumi

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen sepatu lokal Pijakbumi meluncurkan capsule collection terbarunya yang bertajuk Wabi-Sabi, melalui kolaborasi dengan merek serat alami untuk tekstil Tencel dan produsen tekstil Gamatex.

Koleksi perdana ini memiliki nuansa cerah dan gaya santai, dengan desain yang memadukan material kain kanvas dari serat alami dan serat kayu pohon Lantung. Koleksi eksklusif Wabi-Sabi ini tersedia di situs Pijakbumi.com dalam dua pilihan warna dengan jumlah terbatas 24 pasang sepatu.

Hadir dalam dua pilihan warna yaitu Sakura dan Bay Leaf, koleksi Wabi-Sabi terinspirasi dari konsep estetika Jepang yang menitikberatkan pada unsur kesederhanaan, keabadian, dan keindahan alam. Melalui penggunaan serat alami Tencel, Pijak Bumi berkomitmen untuk menghasilkan koleksi sepatu yang memperhatikan aspek lingkungan.

Selain menggunakan bahan ramah lingkungan pada bagian atas sepatu dan sol, dan untuk pertama kalinya di Asia Tenggara, Pijakbumi memproduksi tali sepatu yang terbuat dari 100% serat Tencel. Hal ini menjadikan sepatu dari koleksi Wabi-Sabi dapat terurai kembali ke alam pada masa akhir pemakaiannya.

Serat Tencel, yang menjadi bahan utama pembuatan benang dan kain, terbuat dari pulp kayu yang berasal dari hutan industri yang dikelola secara berkelanjutan dan bersertifikasi FSC atau PEFC. Proses pembuatan serat alami Tencel memiliki konsep closed-loop production.

Proses ini mengubah pulp menjadi serat selulosa, dengan optimalisasi sumber daya dan mengolah kembali sisa pembuangan menjadi energi untuk berproduksi kembali. Karena terbuat dari bahan dasar yang alami, produk pakaian yang mengandung serat ini mampu terurai kembali ke alam, sehingga aman terhadap lingkungan dan mengurangi pencemaran.

Serat Tencel juga memiliki sirkulasi udara dan manajemen kelembaban yang sangat baik, sehingga membuat kaki tetap kering dan mencegah timbulnya bakteri akibat keringat. Material yang terbuat dari serat ini memiliki tekstur yang lembut, fleksibel, dan tahan lama.

Mariam Tania, Marketing and Branding Manager for Lenzing Group, Asia Tenggara dan Oseania, mengungkapkan fashion berkelanjutan atau sustainable fashion bukanlah hal yang baru lagi di Indonesia dan telah menjadi pilihan masyarakat modern. Lenzing Group adalah produsen dari serat bahan Tenceltm.

“Serat alami Tenceltm memiliki misi untuk menjadikan industri tekstil dan fashion, termasuk sepatu, lebih ramah lingkungan dengan memperluas kolaborasi bersama para mitra bisnis dan memberikan dukungan penuh bagi pebisnis fashion untuk menjadi pelaku industri yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kami pun sangat senang dan antusias bekerja sama dengan merek lokal seperti Pijakbumi,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima oleh Bisnis pada Rabu (31/3/2021).

Sejalan dengan serat Tencel, Founder Pijakbumi Rowland Asfales mengatakan, sejak membangun bisnis ini pada 2016 silam, prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap lingkungan selalu menjadi tujuan utama.

“Kolaborasi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan sepatu dengan kualitas yang lebih baik. Sepatu yang tidak hanya baik untuk manusia, tetapi juga untuk bumi. Serat Tencel adalah pelopor dan produsen serat alami dan berkelanjutan dan Gamatex memproduksi kain dengan cara yang etis. Kami berupaya memberikan hasil yang holistik, mulai dari pulp kayu bersertifikasi yang diolah menjadi serat, serat menjadi kain, dan akhirnya kain kami olah menjadi material sepatu,” tutur Fales.

Koleksi Wabi-Sabi dari Pijakbumi ini memberikan pengalaman yang baru bagi pelanggan dan penggemar setia untuk beralih dan berkontribusi melestarikan Bumi dengan memilih produk alas kaki yang nyaman dan ramah lingkungan. Koleksi spesial ini tersedia mulai dari harga Rp1,079 juta untuk satu set sepatu, sepasang kaos kaki ramah lingkungan dari Agam Socks, sabun lerak dan sikat pembersih sepatu berbahan dasar kayu dan sabut kelapa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepatu merek lokal
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top