Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sudah Kerja Keras Tapi Uang Tidak Kunjung Terkumpul, Ini Lho Penyebabnya

Terlepas dari seberapa banyak atau sedikit uang yang Anda miliki, hubungan setiap orang dengan uang adalah kompleks dan emosional. Maka dari itu harus dihentikan kebiasaan sembrono membuang uang secara percuma.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 05 April 2021  |  19:08 WIB
Ilustrasi belanja online. / istimewa
Ilustrasi belanja online. / istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Merdeka dari segi finansial merupakan salah satu tujuan dari bekerja. Namun bagaimana bila sudah bekerja keras bagai kuda namun uang tidak terkumpul jua.

Jika sudah seperti ini, waktunya Anda untuk mencari faktor penyebab masalah tersebut. Ini adalah waktu yang tepat untuk terlepas dari problematika ekonomi diri sendiri, terutama menghentikan kebiasaan membuang uang guna membeli barang-barang tidak penting.

Melansir dari Vice.com, terlepas dari seberapa banyak atau sedikit uang yang Anda miliki, hubungan setiap orang dengan uang adalah kompleks dan emosional. Maka dari itu harus dihentikan kebiasaan sembrono membuang uang secara percuma.

Berikut beberapa faktor mengapa Anda kesulitan menabung :

1. Mengikuti Kemauan Sendiri

Banyak dari para pekerja cukup beruntung untuk membayar semua kebutuhan pokok dan memiliki sisa uang tunai tambahan. Seharusnya dengan pemasukan tersebut mudah untuk mengutamakan masa depan dengan mulai terus mengisi tabungan.

Namun tidak selalu demikian, karena kemauan keinginan untuk menabung tidak dimiliki. Keinginan untuk menjadi konsumtif lebih tinggi.

2. Belanja Obat Stres

Belanja dianggap sebagai pemecahan masalah saat alami stres. Belanja bisa terasa produktif ketika ada masalah yang ingin diselesaikan. Dengan membeli sesuatu dapat memberi tambahan tenaga bagi beberapa orang.
Meskipun Anda sadar sudah sering berbelanja untuk meningkatkan suasana hati, ada baiknya untuk menyadari fakta bahwa berbelanja untuk memecahkan masalah adalah menimbulkan masalah baru.

3. Tidak Memperhatikan Jumlah Uang Sendiri

Terlalu banyak memperkirakan jumlah uang yang ingin Anda tabung adalah cara mudah lain untuk membuat diri Anda kecewa dan bersalah, apalagi jika jumlahnya sedikit. Hal itu akan membuat Anda malas untuk mengecek uang sendiri sehingga tidak pernah tahu jumlah pasti saldo yang tersisa.

“Banyak orang Amerika hidup dari gaji ke gaji, bukan karena mereka tidak bertanggung jawab, tetapi karena gaji mereka tidak cukup besar. Ini diperburuk dengan stagnasi upah, kekurangan perumahan yang terjangkau, dan kesenjangan upah berdasarkan gender dan ras,” kata Joy Liu, pelatih keuangan bersertifikat di The Financial Gym.

Jadi, sebelum Anda mulai menyalahkan diri sendiri karena tidak dapat menabung sejumlah uang setiap minggu atau bulan, lihatlah keuangan Anda. Lalu realistislah tentang berapa banyak yang perlu dikeluarkan untuk bertahan. Termasuk pengeluaran untuk hal-hal yang penting secara literal, seperti hobi , komitmen sosial, dan hal lain yang benar-benar membuat Anda bahagia.

Dalam melakukan latihan ini, Anda mungkin menyadari bahwa sebenarnya tidak memiliki banyak uang dalam anggaran untuk dapat menabung. Namun jika dapat mengurangi pengeluaran besar atau mencari sumber uang tambahan, itu mungkin membantu.

Tetapi melakukan salah satu dari hal-hal itu mungkin tidak mungkin dilakukan saat ini. Bahkan jika akhirnya mengetahui bahwa tidak memiliki cukup uang untuk menabung banyak. Maka dari itu harus mengetahui dengan tepat ke mana perginya uang Anda setiap bulan. Kemudian, buatlah anggaran dana untuk beberapa hal untuk kebutuhan pokok dan tabungan.

Ramit Sethi, penulis I Will Teach You to Be Rich, mengatakan bahwa Anda tidak perlu khawatir menjadi terlalu terperinci tentang bagaimana menghabiskan uang.

Intinya, pengeluaran seperti restoran, Ubers, lilin, dan perawatan kulit semuanya dapat berasal dari bagian anggaran. Daripada menganggarkan hal-hal tersebut di akhir ketika sudah kehabisan uang, lebih baik semuanya dilakukan sejak awal.

4. Anda Menganggap Berada di Situasi Keuangan yang Sama Dengan Teman

Kebanyakan dari kita memiliki teman yang kita tahu menghasilkan lebih banyak uang daripada yang kita lakukan. Namun penting juga untuk diingat bahwa, bahkan rekan kerja kita yang memiliki pekerjaan serupa dengan dan yang tinggal di lingkungan yang sama mungkin memiliki situasi keuangan yang sangat berbeda dari kita sendiri.

Tanpa mengakui fakta ini, mudah untuk berasumsi bahwa Anda harus membeli, melakukan, dan menabung sebanyak orang yang di bandingkan dengan diri Anda.

5. Tidak Perduli Uang

Mungkin Anda pernah membuat kesalahan besar tentang uang di masa lalu, atau mungkin Anda tumbuh dewasa dengan diberi tahu tentang membuat keputusan keuangan yang buruk. Dengan begitu uang menjadi sesuatu yang tidak penting lagi untuk kelangsungan hidup. Gaji yang diterima hanya akan sekedar mampir ke dalam rekening. Bagaimanapun juga, ketahuilah bila kebiasaan terburuk pun dapat diabaikan dan diganti dengan yang lebih baik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inspirasi tips keuangan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top