Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisa Berujung Kematian, Ini Gejala Penggumpalan Darah

Gejala penggumpalan darah kerap kali tidak disadari. Padahal hal ini perlu segera ditangani agar tidak berisiko kepada kondisi yang lebih serius.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 08 April 2021  |  10:49 WIB
Sangatlah penting bagi Anda untuk mencari pertolongan medis jika merasa mengalami pembekuan darah.  - AntaraNewsw.com
Sangatlah penting bagi Anda untuk mencari pertolongan medis jika merasa mengalami pembekuan darah. - AntaraNewsw.com

Bisnis.com, JAKARTA - Gejala penggumpalan darah kerap kali tidak disadari. Padahal hal ini perlu segera ditangani agar tidak berisiko kepada kondisi yang lebih serius.

Penggumpalan darah cenderung memengaruhi lengan atau tungkai, dan mungkin tampak mirip dengan nyeri otot.

Penggumpalan darah relatif umum terjadi, dan disebabkan oleh protein dan trombosit yang menggumpal di dalam pembuluh darah. Kondisi ini biasanya berkembang di kaki atau lengan, tetapi bisa terbentuk hampir di mana saja, termasuk di sekitar jantung, otak, atau paru-paru.

Jika tidak ditangani, gumpalan bisa masuk ke paru-paru atau dikenal sebagai emboli paru dan bisa berujung pada kematian. Tanda paling umum dari emboli paru adalah sesak nafas yang tiba-tiba.

Beberapa pasien juga mengalami nyeri dada tajam yang cenderung memburuk saat mereka bernapas. Kemudian batuk yang tidak dapat dijelaskan yang menghasilkan lendir berdarah.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi Anda untuk mencari pertolongan medis jika merasa mengalami pembekuan darah.

Gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh darah dalam tubuh dikenal sebagai trombosis vena dalam (deep vein thrombosis/DVT). Tanda-tanda DVT yang paling umum termasuk kaki atau tungkai yang sangat bengkak. Pembengkakan juga bisa disertai dengan rasa sakit yang dalam atau mati rasa.

National Blood Clot Alliance menyatakan kulit di sekitar area yang terkena penggumpalan darah dapat berubah warna menjadi lebih biru atau merah. Beberapa kaki atau lengan pasien terasa lebih hangat saat disentuh dari biasanya.

"Trombosis vena dalam terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di salah satu vena dalam tubuh Anda, biasanya di kaki, tetapi terkadang di lengan Anda," tulis organisasi nirlaba itu dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Express UK, Kamis (8/4/2021).

Cara terbaik untuk melindungi dari pembekuan darah adalah dengan mengetahui apakah Anda berisiko. Adapun faktor risiko penggumpalan darah yang paling umum termasuk obesitas, riwayat pembekuan darah dalam keluarga, dan duduk dalam waktu lama serta pada posisi yang sama.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tekanan darah Pembuluh Darah
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top