Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Selama Ramadan Tes GeNose Tetap Bisa Dilakukan, Ini Syaratnya

Peningkatan asam lambung ini berpotensi mempengaruhi hasil pembacaan alat yang berbasis embusan napas itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 April 2021  |  09:21 WIB
Selama Ramadan Tes GeNose Tetap Bisa Dilakukan, Ini Syaratnya
Ilustrasi - Calon penumpang kereta api menyerahkan kantong tes deteksi Covid-19 dengan metode GeNose C19 kepada petugas kesehatan untuk diperiksa di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Deteksi Covid-19 dengan GeNose C19 tetap bisa dilaksanakan meskipun penggunanya sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Agar hasilnya akurat, penggunaan GeNose dilakukan pagi hari dengan batas maksimal 6 jam setelah pengguna makan sahur.

GeNose juga bisa digunakan satu jam setelah pengguna berbuka puasa. 

Peneliti dan tim pengembang GeNose C19 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Dian Kesumapramudya menyebutkan rekomendasi agar alat itu memberikan hasil akurat selama bulan puasa Ramadan.

"Kami rekomendasikan pemeriksaan GeNose dilakukan pagi hari, maksimal 6 jam setelah sahur," kata Dian kepada Tempo, Senin (12/4/2021).

Menurut Dian, jika tes dilakukan lebih dari 6 jam usai sahur dikhawatirkan tubuh yang berpuasa sudah mengalami peningkatan asam lambung.

Peningkatan asam lambung ini berpotensi mempengaruhi hasil pembacaan alat yang berbasis embusan napas itu.

Terkait peningkatan asam lambung ini, kata Dian, sebenarnya juga bisa disiasati dengan berkumur. "Tetapi saran kami tetap lebih baik jangan lebih dari 6 jam sesudah sahur pemeriksaan GeNose-nya" kata Dian.

Peneliti GeNose C19 lain Mohamad Saifuddin, Hakim menambahkan waktu yang dianjurkan untuk pemeriksaan GeNose selain itu juga bisa setelah waktu berbuka puasa.  "Selain pagi, tes GeNose sebaiknya dilakukan 1 jam setelah berbuka puasa," kata dia.

Pada hari-hari biasa, untuk skrining adanya infeksi virus SARS CoV-2 lewat embusan napas ini pengguna diminta untuk puasa atau tidak makan/minum yang berbau khas.

Selain itu, pengguna juga tidak merokok sekitar 30 menit hingga 60 menit sebelum pemeriksaan. Dengan begitu, meminimalkan terjadinya positif palsu hasil pembacaan GeNose C19.

Dian menyampaikan saat ini GeNose C19 masih berproses validasi eksternal sebelum bisa masuk digunakan dalam penanganan Covid-19 nasional.

Validasi eksternal  merupakan uji diagnostik yang dilakukan secara independen oleh tim peneliti lain. Beberapa peneliti yang terlibat dalam validasi eksternal ini antara lain dari UI, Universitas Airlangga, dan Universitas Andalas.

"Nantinya kalau dari validasi eksternal ini hasil akurasi konsisten, kemungkinan besar GeNose direkomendasikan Kemenkes untuk perluasan pemakaiannya, termasuk di puskesmas-puskesmas," katanya.

Saat ini GeNose C19 telah diterapkan sebagai syarat skrining bagi pelaku perjalanan penumpang kereta api dan pesawat terbang.

Sebanyak 44 stasiun di tanah air telah menggunakan GeNose untuk skrining Covid-19, menyusul empat bandara, yaitu di Medan, Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ramadan Covid-19 Genose

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top