Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stunting, Kurang Asupan Gizi Juga Pengaruhi IQ Anak

Asupan bergizi lengkap sangat membantu mengoptimalkan bertumbuh kembang anak. Namun karena kualitas asupan gizi yang masih kurang maksimal, kebanyakan anak usia pertumbuhan di Indonesia masih kurang.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 15 April 2021  |  16:31 WIB
Petugas kader kesehatan desa menimbang balita di Posyandu Desa Danupayan, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020).  - ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Petugas kader kesehatan desa menimbang balita di Posyandu Desa Danupayan, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020). - ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA- Asupan bergizi lengkap sangat membantu mengoptimalkan bertumbuh kembang anak. Namun karena kualitas asupan gizi yang masih kurang maksimal, kebanyakan anak usia pertumbuhan di Indonesia masih kurang.

Ketua Pokja Antropometri Kementerian Kesehatan dan Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi & Penyakit Metabolik RSCM Prof. Damayanti R. Syarif mengatakan pemahaman yang masih belum merata tersebut membuat anak di Indonesia mengalami stunting.

"Stunting merupakan kondisi anak pendek akibat kurang gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang," kata Damayanti secara virtual pada acara Media Scientific Session and Frisian Flag Primagro Launch, Kamis (15/4/2021).

Damayanti menjelaskan apabila stunting dari kekurangan gizi jangka panjang atau malnutrisi kronik sangat berbahaya bagi pertumbuhan anak.

Selain dari tinggi badan yang tidak tumbuh seperti anak kabanyakan, stunting dapat melemahkan otak anak. Dengan kata lain kemampuan berpikir yang kurang.

Kekurangan gizi kronik dari protein yang harusnya dibutuhkan anak menghambat kemampuan otak untuk bekerja. Hal itu bisa terjadi hingga masa panjang anak beranjak dewasa.

Agar anak dapat berkembang dengan maksimal, harus mendapatkan asupan gizi yang seimbang sejak balita dari protein hewani dan nabati.

Metabolisme otak menggunakan 50-60 persen dari asupan kalori harian. Maka jika asupan kurang, otak akan mengalami kekurangan IQ.

Usia di bawah dua tahun adalah angka yang tepat untuk memperbaiki gizi anak agar tidak alami stunting. Bila lewat dari usia tersebut, yang bisa diperbaiki adalah fisiknya saja.

Jika anak lewat dari dua tahun diberikan asupan yang bergizi, tentu akan berkembang pada tubuhnya seperti peningkatan tinggi badan dan juga berat badan. Namun untuk otaknya sendiri akan sulit ditangani.

"Ini merupakan masalah serius, jika dibiarkan anak akan bertumbuh jadi beban negara. Sebelum semuanya terlambat, para orang tua harus lebih sadar akan pentingnya asupan anak sejak dini," tutup Damayanti.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stunting asupan gizi kecerdasan
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top