Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dibalik Manfaatnya, Ini Dampak Negatif Bawang yang Tidak Banyak Diketahui

Bawang kaya akan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi yang mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, dan melindungi dari penggumpalan darah.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 19 April 2021  |  16:38 WIB
Bawang merah - istimewa
Bawang merah - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA- Hampir sebagai besar resep sajian menggunakan bawang sebagai bahannya. Mulai dari bawang putih, bawang merah, hingga bawang bombai menjadi pelengkap hidangan agar terasa lebih lezat.

Bawang kaya akan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi yang mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, dan melindungi dari penggumpalan darah.

Sayuran bernama genus allium tersebut menjadi agen penyedap makanan bebas kalori. Terlepas dari peran penting dan manfaat luar biasa bagi kesehatan, bawang memiliki efek samping dari yang perlu diperhatikan dan diwaspadai

Melansir dari eatthis.com, Anggota dewan pakar medis dan ahli diet Lyssie Lakatos dan Tammy Lakatos Shames yang dikenal sebagai The Nutrition Twins mengatakan untuk beberapa orang dengan saluran pencernaan yang sensitif, bawang dapat menyebabkan kembung, kram, dan gas.

"Bagi sebagian orang yang kesulitan mencernanya, terutama orang yang mengalami sindrom iritasi usus besar (IBS), bawang dapat menyebabkan gas yang menyakitkan, kram, dan kembung karena serat larutnya yang disebut fruktan atau oligosakarida yaitu karbohidrat yang dapat difermentasi ini sulit diserap di usus kecil, "kata si kembar.

Para ahli memperkirakan bahwa hanya 5-15 persen fruktan yang dicerna di usus kecil. Karbohidrat yang tersisa menuju ke usus besar di mana mereka difermentasi dengan cepat.

Fermentasi yang cepat ini dapat menyebabkan sedikit gas berlebih, tetapi bagi penderita IBS, hal ini dapat menyebabkan kembung yang parah, kram, sakit perut, dan buang air besar yang tidak nyaman.

IBS mempengaruhi 1 dari 7 orang, menurut peneliti Monash University yang merupakan pelopor diet rendah FODMAP. Yaitu cara diet rendah oligosakarida yang dapat difermentasi, disakarida, monosakarida, dan poliol sebagai karbohidrat rantai pendek (gula) usus kecil kurang menyerap.

Jika mengadaptasi FODMAP dan menyadari bawang telah memberi efek gas ekstra, ada baiknya saat itu berkonsultasi dengan ahli diet terdaftar atau ahli kesehatan untuk mendiskusikan pilihan tersebut.

Salah satunya mungkin mengurangi asupan makanan serupa atau untuk menguji pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil (SIBO).

"Karbohidrat yang dapat difermentasi, seperti yang ditemukan dalam bawang, dikenal sebagai FODMAP," kata The Twins.

"Membatasi makanan tinggi FODMAP dapat memberikan kelegaan usus besar-besaran bagi orang-orang yang sensitif terhadapnya. Bahkan dalam jumlah yang sangat kecil, bawang bombay dapat menyebabkan masalah pencernaan. Dan meskipun bawang yang dimasak tampaknya lebih baik daripada mentah, keduanya dapat merusak saluran pencernaan yang sensitif," tambahnya.

Kembar pakar gizi tersebut menyarankan jika sensitif terhadap bawang namun masih menyukainya sebagai santapan, tidak perlu khawatir. Cobalah beberapa alternatif sajian makanan dengan citarasa bawang.

Fruktan dalam bawang yang menyebabkan kepekaan hanya larut dalam air. Artinya saat memasak bawang dalam sup atau kaldu, kandungan fruktan tersebut akan menyatu ke dalam air. Dengan begitu bisa mengakibatkan ketidaknyamanan pencernaan saat mengonsumsi makanan tersebut.

Alternatifnya adalah menggoreng bawang dalam minyak. Dalam wadah berbahan dasar minyak, fruktan tidak akan keluar. Itu karena fruktan tidak larut dalam minyak.

Oleh karena itu jika membuat sesuatu yang berbahan dasar minyak, misalnya tumis, dapat menambahkan potongan besar bawang atau satu siung bawang putih utuh. Lalu sisihkan potongan bawang tersebut sebelum menambahkan bahan lain.

Dengan cara tersebut akan mendapatkan cita rasa bawang tanpa kandungan fruktan yang meresap ke dalam makanan.

Namun, jika tidak merasakan kembung atau kram saat makan bawang tidak ada alasan untuk khawatir. Apabila mengalami masalah pencernaan setelah mengonsumsinya, ada baiknya menghubungi profesional medis.

Jika tidak ditangani, Anda akan terus mengalami efek samping yang tidak nyaman pada pencernaan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawang makanan sehat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top