Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apakah Susu Almond Sehat? Ini Kata Ahli Gizi

Secara keseluruhan, kandungan protein dan karbohidrat dalam susu almond tanpa pemanis (dibuat dari air dan almond yang baru saja disaring) cukup rendah per cangkirnya, jadi makronutrien utama yang Anda dapatkan adalah lemak yang menyehatkan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 20 April 2021  |  13:55 WIB
Susu almond - istimewa
Susu almond - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Susu almond telah menjadi pilihan susu nabati paling popular. Di AS, susu ini mencapai penjualan hampir US$1,5 miliar dolar pada tahun 2020 saja.

Tetapi Anda mungkin bertanya-tanya seberapa sehat susu almond sebenarnya dan bagaimana ia bisa bersaing dengan pesaingnya.

Berikut ringkasannya, bersama dengan apa yang harus dicari pada label dan cara memasukkan susu almond ke dalam minuman, makanan, dan camilan seperti dilansir dari Health.com.

Secara keseluruhan, kandungan protein dan karbohidrat dalam susu almond tanpa pemanis (dibuat dari air dan almond yang baru saja disaring) cukup rendah per cangkirnya, jadi makronutrien utama yang Anda dapatkan adalah lemak yang menyehatkan.

Tapi itu bisa sangat bervariasi dari produk ke produk, tergantung pada berapa banyak almond yang dikandung susu. Dengan kata lain, beberapa produk mengandung lebih banyak almond daripada yang lain, yang merupakan salah satu faktor yang memengaruhi manfaat kesehatan potensial minuman tersebut.

Beberapa merek susu almond diperkaya dengan kalsium, yang dapat meningkatkan nilai mineral harian untuk memenuhi atau melebihi jumlah yang ditemukan dalam susu sapi. Jika mereka telah dimasukkan ke dalam formulasi produk, vitamin D dan B12 adalah nutrisi lain yang mungkin Anda temukan dalam jumlah yang lebih tinggi dalam susu almond.

Selain itu, beberapa perusahaan menambahkan protein ke susu almond, terutama protein kacang polong, yang bersumber dari kacang polong kuning. Apakah produk ini masih memenuhi syarat sebagai susu almond masih diperdebatkan.

Alasan utama orang memilih susu nabati adalah untuk menghindari produk susu, entah itu karena alergi susu atau kepekaan atau keinginan untuk makan makanan nabati. Tapi kedua susu itu sangat berbeda secara nutrisi.

Satu cangkir susu sapi mengandung sekitar 8 gram protein, 13 gram karbohidrat, dan dari 0 gram lemak dalam skim menjadi 8 gram dalam susu murni. Susu sapi juga mengandung sekitar 25% dari nilai harian kalsium secara alami. Namun, Anda tidak perlu mendapatkan kalsium dari produk susu untuk mengembangkan tulang yang kuat, baik sebagai anak-anak atau orang dewasa. (Ditambah lagi, para ilmuwan telah mencatat bahwa produksi susu berkontribusi pada masalah lingkungan, termasuk produksi gas rumah kaca, perubahan iklim, polusi, dan resistensi antibiotik.)

Adapun bagaimana susu almond dibandingkan dengan susu nabati lainnya, itu tergantung pada alternatifnya. Satu cangkir susu oat tanpa pemanis juga rendah protein, mungkin paling banyak 3 gram, tetapi karbohidratnya jauh lebih tinggi, biasanya sekitar 16 gram, dengan beberapa gram sebagai serat. Kandungan lemak susu oat juga bervariasi, banyak merek yang menambahkan minyak, dan kadar vitamin dan mineralnya berbeda berdasarkan tingkat fortifikasi.

Sedangkan untuk susu almond manis, termasuk rasa seperti coklat dan vanilla, jumlah gula yang ditambahkan juga berbeda-beda tergantung mereknya. Satu cangkir dapat memberikan sebanyak 12 gram gula tambahan, setara dengan 3 sendok teh  itu setengah dari batasan harian yang direkomendasikan untuk tambahan gula bagi wanita, berdasarkan pedoman American Heart Association.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan susu
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top