Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riset : Popularitas Aplikasi Clubhouse Mulai Redup

Data terbaru dari Sensor Tower menunjukkan bahwa aplikasi yang belakangan naik daun itu mulai kehilangan sebagian momentumnya. Ini terlihat dengan terjadinya penurunan bulanan yang signifikan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 21 April 2021  |  15:29 WIB
Clubhouse merupakan aplikasi yang membiarkan penyelenggara mengadakan sebuah ruang obrolan layaknya siaran radio daring.  - Bloomberg
Clubhouse merupakan aplikasi yang membiarkan penyelenggara mengadakan sebuah ruang obrolan layaknya siaran radio daring. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan riset pasar aplikasi mobile Sensor Tower mencatatkan adanya penurunan popularitas platform audio populer Clubhouse hingga 72 persen pada Maret tahun ini. 

Data terbaru dari Sensor Tower menunjukkan bahwa aplikasi yang belakangan naik daun itu mulai kehilangan sebagian momentumnya. Ini terlihat dengan terjadinya penurunan bulanan yang signifikan. 

Berdasarkan data dari firma riset tersebut, Clubhouse diunduh sebanyak 2,7 juta kali pada Maret lalu, turun drastis dari bulan sebelumnya dengan 9,6 juta kali unduhan. Pada awal tahun, tepatnya pada Januari aplikasi ini diunduh sebanyak 2,4 juta kali. 

Para analis juga percaya bahwa aplikasi jejaring sosial berbasis audio itu akan terus kehilangan popularitasnya di masa mendatang karena berbagai faktor, termasuk kejenuhan masyarakat dan persaingan dari perusahaan lain. 

Salah satu momentum penting bagi Clubhouse untuk terus tumbuh adalah ketika peluncurannya di platform perangkat Android, yang dikabarkan bakal segera rilis dalam beberapa waktu mendatang. Hingga kini, aplikasi hanya tersedia pada perangakat iOS. 

Clubhouse merupakan jejaring sosial berbasis suara yang dikembangkan oleh orang-orang dari Google. Layanan ini mulai berfungsi pada April 2020 tapi mencapai popularitasnya pada akhir 2020 hingga awal 2021. 

Pada pertengahan April, perusahaan diterpa kabar buruk dengan 1,3 juta data pengguna Clubhouse bocor dan dipublikasikan di sebuah web. Basis data yang bocor berisi identifikasi platform, data jejaring sosial terkait, dan informasi lain. 

Dalam pernyataan resmi, perwakilan Clubhouse mengatakan bahwa semua data yang dipublikasikan oleh peretas tersedia untuk umum dan dapat dikumpulkan melalui sejumlah metode yang tidak melibatkan pencurian data dari perusahaan. 

Sementara itu, sejumlah perusahaan teknologi saat ini juga mengembangkan fitur serupa dengan yang dimiliki oleh Clubhouse. Sebut saja perusahaan seperti Twitter, Facebook, LinkedIn, Reddit, Snapchat, dan sebagainya yang telah mengumumkan pengembangan fitur tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aplikasi clubhouse
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top