Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Terapi Plasma Konvalesen, Ampuh Turunkan Angka Kematian Covid-19?

Berikut panduan yang perlu Anda ketahui tentang terapi dan donor plasma konvalesen untuk mengurangi angka kematian akibat Covid-19.
Hanafi Nurmahdi
Hanafi Nurmahdi - Bisnis.com 28 April 2021  |  11:51 WIB
Salah satu dari tiga perusahaan Terumo, Terumo Blood and Cell Technologies yang berbasis di AS secara aktif bekerja untuk memanfaatkan teknologi darah dan sel plasa konvalesen untuk membantu memerangi Covid-19.  - terumo.com
Salah satu dari tiga perusahaan Terumo, Terumo Blood and Cell Technologies yang berbasis di AS secara aktif bekerja untuk memanfaatkan teknologi darah dan sel plasa konvalesen untuk membantu memerangi Covid-19. - terumo.com

Bisnis.com, JAKARTA - Terjadinya gelombang kedua virus Corona yang terjadi diberbagai negara, telah meningkatkan permintaan akan segala hal sumber daya yang berhubungan dengan medis.

Mulai dari tabung oksigen, konsentrator, hingga obat-obatan untuk para pasien Covid-19. Selain itu, ada peningkatan permintaan kebutuhan plasma untuk merawat pasien dalam kondisi kritis.

Di masa seperti sekarang ini, penyintas atau orang yang baru sembuh dari Covid-19 dan ingin mendonasikan plasma konvalesen atau seseorang yang sedang mencari donor plasma konvalesen bagi pasien yang sedang berjibaku melawan virus Corona.

Berikut panduan yang perlu Anda ketahui tentang terapi dan donor plasma, seperti dikutip dari Times of India.

Apa itu terapi Plasma Konvalesen?
Seseorang yang sudah sembuh dari suatu penyakit, kemudian menjadi pendonor plasma konvalesen dengan mengambil darahnya dan disuntikkan ke pasien dengan penyakit yang sama.

Plasma konvalesen mengandung antibodi yang dapat membantu pasien melawan patogen mematikan yang menyusup ke sistem kekebalan mereka dan mempercepat hingga meredakan gejala terhadap penyakitnya.

Demikian pula, terapi plasma konvalesen dapat digunakan dalam pengobatan terhadap pasien Covid-19. Darah pasien yang sembuh memiliki antibodi terhadap virus. Setelah disuntikkan ke pasien yang masih terinfeksi, memungkinkan tubuh melawan patogen.

Meskipun tidak ada konfirmasi apakah terapi plasma benar-benar menyembuhkan pasien Covid-19, penelitian telah menunjukkan bahwa terapi tersebut membantu orang pulih dan juga mempersingkat masa rawat inap pasien.

Siapa yang bisa menyumbangkan plasma konvalesen?
Mengingat peningkatan kasus per harinya, terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 telah disetujui. Orang yang telah pulih dari virus Corona dapat mendonasikan plasma mereka hanya setelah 28-30 hari pemulihan.

Mereka harus berusia antara 18 - 60 tahun dan beratnya harus 50kg ke atas. Mantan pasien Covid-19 yang memiliki gejala seperti demam, pilek, batuk, dan sesak napas diharuskan untuk mendonasikan plasmanya, karena berkemungkinan besar mereka memiliki antibodi yang lebih kuat dibandingkan dengan pasien tanpa gejala.

Bisakah terapi plasma konvalesen mengurangi angka kematian akibat Covid-19?
Meskipun terapi plasma telah terbukti efektif dalam kasus-kasus tertentu, namun diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah terapi plasma benar-benar dapat mengurangi tingkat kematian atau tidak.

Para profesional medis menyebut terapi plasma konvalesen sebagai metode yang 'ketinggalan zaman' dan juga Dewan Riset Medis India (ICMR) mengklaim bahwa terapi plasma tidak mengurangi jumlah kematian yang terkait dengan Covid-19.

Panduan untuk mendonasikan plasma konvalesen:
Jika Anda berencana untuk mendonasikan plasma, ada beberapa hal yang perlu diingat. The Center telah menyediakan daftar hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, yaitu sebagai berikut:
- Jangan lupa membawa hard copy hasil negatif Covid-19 (tes RT-PCR) dalam waktu 4 bulan sejak hari donasi. 
- Jika Anda tidak menunjukkan gejala, berikan donasi hanya setelah 14 hari setelah hasil positif. Jika Anda mengalami gejala, Anda dapat berdonasi setelah 14 hari penyembuhan gejala.
- Wanita hamil tidak diperbolehkan mendonasikan plasma pemulihan Covid-19.
- Seseorang yang telah menerima vaksinasi Covid-19 tidak akan bisa mendonasikan plasma selama 28 hari sejak tanggal vaksinasi.
- Seseorang tidak dapat berdonasi jika dia ditolak karena kurangnya antibodi yang cukup di dalam darah.
- Silakan hubungi pihak berwenang rumah sakit terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi lain, melalui telepon.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 plasma konvalesen
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top