Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perupa Kontemporer dan Museum Macan Berkolaborasi di LaboKarya

Melanjutkan kesuksesan inisiatif seni Arisan Karya tahun lalu, ajang bagi perupa dan kolektor dari seluruh Indonesia bersatu untuk mendukung komunitas seni yang terdampak pandemi, Museum Macan meluncurkan LaboKarya.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 29 April 2021  |  16:15 WIB
LaboKarya akan dilaksanakan secara virtual pada Mei, bersamaan dengan penjualan objek seni untuk publik.  - Museum Macan
LaboKarya akan dilaksanakan secara virtual pada Mei, bersamaan dengan penjualan objek seni untuk publik. - Museum Macan

Bisnis.com, JAKARTA - Tahun 2020 adalah masa yang sulit, dan kolaborasi adalah cara yang membuat banyak dari kita dapat bertahan.

Melanjutkan kesuksesan inisiatif seni Arisan Karya tahun lalu, ajang bagi perupa dan kolektor dari seluruh Indonesia bersatu untuk mendukung komunitas seni yang terdampak pandemi, Museum Macan meluncurkan LaboKarya.

Program ini memasangkan perupa pilihan dan jenama kreatif untuk berkolaborasi dalam membuat seri objek seni (art merchandise) eksklusif dan beredisi terbatas yang akan dilansir secara publik pada Mei 2021.

Perupa dan jenama yang akan berkolaborasi adalah: Uglyism x Girls Pay the Bills, The Goods Dept x Mufti Priyanka, UNKL347 x Agam Dwi Nurcahyo (Magafaka) dan Indofood x Agan Harahap.

Amalia Wirjono, Head of Development Museum Macan, menyampaikan bahwa keempat pasang kolaborator ini akan bekerja sama membuat objek seni yang inovatif dengan menggabungkan keahlian pengembangan produk yang telah membangun reputasi jenama kreatif terpilih, dan gaya artistik yang khas dari setiap perupa.

Nama LaboKarya dibentuk dari permainan kata kolaborasi, laboratorium dan karya. Kolaborasi adalah inti dari inisiatif ini, yang juga akan membuka diskusi seputar seni, ekonomi kreatif, dan wujud seni dalam kehidupan kita sehari-hari.

Amalia juga mengatakan bahwa LaboKarya mempertemukan beberapa nama dari dunia seni kontemporer Indonesia dan pemain kunci di industri kreatif lokal untuk menginspirasi penggemar seni, budaya, fesyen, dan musik.

"Berangkat dari pengalaman kami mengadakan Arisan Karya, semangat kebersamaan adalah sesuatu yang kita semua butuhkan setelah setahun dalam isolasi. Kami senang melihat banyak hal mulai membaik tahun ini, dan kami berharap LaboKarya dapat memicu semangat di industri kreatif," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (29/4).

LaboKarya akan dilaksanakan secara virtual pada Mei, bersamaan dengan penjualan objek seni untuk publik. Museum Macan bekerja sama dengan kelompok musik indie Elephant Kind untuk memproduksi sebuah video musik yang menampilkan single terbaru mereka.

Video ini disutradarai oleh Art Director Gianni Fajri dan Bonita Rachel dari Maji Piktura dan menjadi bagian dari seri peluncuran produk LaboKarya, dengan menampilkan karya kolaborasi perupa dan jenama di dalamnya.

Menjelang peluncuran, Museum Macan akan menghadirkan LaboKarya Talks - sebuah program diskusi bersama figur-figur penting di industri seni dan fesyen, mengeksplorasi berbagai topik termasuk peran dan masa depan industri kreatif, mengoleksi objek seni, dan peran perupa dalam ekonomi.

Narasumber diskusi antara lain perupa Agan Harahap, kolektor Axton Salim, juga Nasta Sutardjo dan Dilla Ayu (Uglyism), Anton Wirjono (The Goods Dept) dan Dendy Darman (UNKL347). Seri diskusi akan disiarkan secara virtual sepanjang bulan Mei.

Rangkaian program LaboKarya dimulai dengan LaboKarya Talks pada 5 Mei 2021, sedangkan objek seni kolaborasi perupa dan jenama kreatif dan peluncuran video musik akan dirilis dan tersedia pada 31 Mei 2021 melalui situs www.museummacan.org.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seni rupa museum
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top