Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Aman Berolahraga Bagi Penderita Hipertensi

Latihan fisik menjadi salah satu kunci penting untuk menurunkan tekanan darah. Sebab, dengan berolahraga secara teratur, jantung akan menjadi lebih kuat sehingga dapat memompa darah dengan lebih mudah dan mempermudah kerja organ vital tersebut.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  19:16 WIB
Bersepeda menjadi salah satu jenis olahraga yang direkomendasikan bagi penderita hipertensi.  - ANTARA
Bersepeda menjadi salah satu jenis olahraga yang direkomendasikan bagi penderita hipertensi. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Latihan fisik menjadi salah satu kunci penting untuk menurunkan tekanan darah. Sebab, dengan berolahraga secara teratur, jantung akan menjadi lebih kuat sehingga dapat memompa darah dengan lebih mudah dan mempermudah kerja organ vital tersebut.

Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga, Michael Triangto mengatakan ketika jantung tidak perlu bekerja keras, maka tekanan pada pembuluh darah pun ikut turun sehingga tekanan darah akan lebih rendah dan kita terhindar dari risiko hipertensi.

“Namun perlu diingat bagi yang sudah memiliki hipertensi tentu ada rambu-rambu tertentu untuk melakukan latihan fisik, agar tetap aman,” ujarnya dalam acara Kelas Online Penuh Inspirasi (KOPI) Sehat bersama Good Doctor dan Samsung Galaxy Watch, Minggu (2/5/2021)

Sebab, melakukan latihan fisik berat justru dapat berbaya bagi penderita hipertensi karena ketika tekanan darah dan denyut jantung akan tidak terkontrol sehingga dapat berakibat fatal. Lebih lanjut dia mengatakan selama berolahraga penting untuk memonitor tekanan darah, denyut jantung, dan saturasi oksigen.

“Mereka yang menderita hipertensi disarankan untuk melakukan latihan fisik jenis aerobik, dengan intensitas ringan – sedang, misalnya berjalan kaki, bersepeda santai, atau berenang,” terang dokter Michael.

Seperti diketahui bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi termasuk salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang tertinggi di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi pada usia di atas 18 tahun mencapai 34,1 persen.

Artinya, 1 dari 3 orang dewasa di Indonesia merupakan penderita hipertensi. Seseorang disebut menderita hipertensi bila tekanan sistolik >140 mmHg, dan diastolik >90 mmHg.

Hipertensi harus diatasi dengan serius karena memiliki risiko komplikasi ke lima organ penting yakni otak yang dapat menyebabkan stroke; mata sebagai penyebab retinopati hipertensi.

Selain itu risiko komplikasi organ jantung yang menyebabkan penyakit jantung koroner hingga gagal jantung, ginjal yang menjadi penyebab gagal ginjal kronis serta pembuluh darah perifer.

Tidak hanya dialami oleh orang tua, mereka yang berusia muda dan produktif pun bisa menderita hipertensi. Sementara itu, penanganan hipertensi tidak mudah, salah satunya karena rendahnya kepatuhan minum obat pasien sehingga pemantauan tekanan darah memegang peran penting.

Di era digital saat ini, memantau tekanan darah menjadi lebih mudah terutama dengan banyaknya smart watch yang menjadi tren beberapa tahun terakhir karena memiliki beragam fitur yang canggih.

Leo Hendarto, Product Marketing Samsung Indonesia mengungkapkan, Samsung Galaxy Watch3 dan Watch Active2 dapat mendukung lebih banyak masyarakat Indonesia untuk memulai, menjalankan, dan mempertahankan kebiasaan berolahraga untuk memelihara kebugaran.

“Hadir dengan kemampuan health tracking terbaik di kelasnya, seperti pelacakan denyut nadi, tekanan darah, hingga EKG. Khususnya bagi pengguna Galaxy Watch3, tersedia pula fitur untuk memonitor saturasi oksigen. Memantau kesehatan kini menjadi lebih mudah, di manapun dan kapanpun kita inginkan,” jelas Leo.

Namun, bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih komprehensif gua menghindari terjadinya komplikasi maka perlu untuk melakukan konsultasi dengan ahlinya. Di masa pandemi ini banyak masyarakat yang kini memanfaatkan platform telemedis, salah satunya melalui Good Doctor.

Adhiatma Gunawan, Head of Medical Management Good Doctor, mengatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19, telemedis kini menjadi kebutuhan penting. Pasien hipertensi dapat berkonsultasi langsung ke dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah melalui aplikasi layanan kesehatan terpadu Good Doctor.

Pasien dapat juga berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan olahraga untuk mengetahui panduan olahraga yang tepat sesuai kondisi masing-masing, tanpa harus mengantri di klinik atau RS.

“Selain itu pasien hipertensi maupun masyarakat umum yang concern dengan kesehatan juga bisa mendapatkan informasi akurat dan terpercaya tentang gaya hidup sehat untuk menjaga tekanan darah, di aplikasi Good Doctor,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipertensi berenang bersepeda
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top