Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Cara Untuk Mengatasi Depresi

Saat sedang berputus asa dan depresi, Anda bisa mencari bantuan dari luar rumah untuk membantumu.
Hanafi Nurmahdi
Hanafi Nurmahdi - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  13:39 WIB
Cara mengatasi depresi - Istimewa
Cara mengatasi depresi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Saat Anda tertekan, putus asa, depresi, dan merasa pekerjaan sehari-hari terasa sangat menyulitkan maka bangunlah dari tempat tidur, segeralah mandi.

Hidup dengan  kondisi depresi berarti bangun tidur dengan perasaan berat rasa lelah yang selalu menghinggapi. Masalah yang tidak dapat diatasi, seperti kehancuran finansial, penyakit kronis, atau duka karena kehilangan orang yang Anda cintai bisa menyebabkan depresi.

Banyak orang yang lari dari keputusasaan dengan mengonsumsi obat-obatan atau alkohol untuk sekadar melupakan beban yang terpendam. Sayangnya, ketika mereka sadar, mereka menemukan bahwa masalah yang mereka hadapi semakin memburuk.

Dilansir dari Psychology Today, berikut 5 cara untuk mengatasi keputusasaan yang terus menerus:

1. Refreshing

Usahakan sekali dalam sehari untuk keluar rumah mencari udara segar. Jalan-jalan dapat meningkatkan metabolisme, endorfin, dan ruang kepala untuk kesembuhan diri. Menghilangkan ketegangan dan mendapatkan vitamin D juga bisa meredakan nyeri.

2. Membuat Kata-Kata Bijak

Ketika tidak dapat menemukan kata-kata untuk menggambarkan kesedihan diri, cobalah untuk membuat kata-kata yang bisa mengungkapkan perasaan yang sulit dipahami. Membuat kata-kata bijak untuk keputusasaan, bisa menjadi motivasi diri untuk kesembuhan.

3. Akui Keputusasaan Diri

Jangan menyangkal dan akui keputusasaan untuk bisa bangkit kembali. Misalnya, seseorang yang berkata, “Hari ini adalah hari yang gelap. Saya pikir saya perlu sendiri.” Kita mengerti apa yang dia maksud dan senang dia membagikan perasaannya yang sebenarnya.

gejal tanda depresi, cara mengatasi depresi

4. Mencari Bantuan

Carilah perusahaan atau komunitas orang-orang yang bisa berbagi pengalaman dengan Anda. Komunitas berbasis agama atau kelompok pendukung dapat memberi Anda kesempatan untuk terhubung dengan orang lain dan membantu Anda dalam menghadapi kesulitan.

5. Sadari Kata-Kata yang Menghibur

Seorang pasien berbagi pengalamannya, dia pernah mendengar temannya berkata dengan riang “Jangan khawatir, semuanya akan beres dengan sendirinya.” Ini tampak seperti kata-kata yang menghibur, tetapi bisa memiliki efek yang sebaliknya.

Masalah yang paling menjadi keputusasaan mungkin terbantu dengan sikap positif tetapi tidak dapat diselesaikan dengan satu sikap pun. Kepositifan yang beracun dari orang lain terasa menghina saat dihadapkan pada kesedihan yang tidak dapat diatasi.

Keputusasaan mungkin bisa menjatuhkan Anda, tetapi ketika dikelola dengan baik dan secara efektif hal itu dapat mengangkat derajat Anda ke tingkat yang lebih tinggi. Pada akhirnya, Anda bisa belajar terbang dengan sayap yang terluka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Depresi kesehatan mental
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top