Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dokter Paru: Tetapkan Prokes dan Jangan Mudik Lebaran untuk Tekan Kasus Covid-19

Dokter paru mengimbau kepada masyarakat untuk mentaati larangan mudik dan melakukan silaturahmi Idulfitri secara virtual atau daring.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  17:04 WIB
Tata cara memakai masker baik dan benar -  Freepik
Tata cara memakai masker baik dan benar - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik atau pulang kampung dan terus menerapkan protokol kesehatan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengedepankan kepentingan kemanusiaan dan ikut berkontribusi menekan angka penularan," kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto, Rabu (5/5/2021)

Menurut Agus, masyarakat wajib melaksanakan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Adapun kasus baru Covid-19 di Indonesia bisa kembali naik dan bisa terus meningkat apabila masyarakat lengah dan tidak konsisten menjalankan protokol kesehatan.

"Virus corona atau Covid-19 bisa bermutasi untuk bisa bertahan aktif. Oleh sebab itu, kita sebagai makhluk yang lebih sempurna harus juga berubah agar bisa bertahan hidup," ungkapnya.

Selain itu menurut Agus, masyarakat harus mentaati larangan mudik dan mengganti dengan  melakukan silaturahmi Idulfitri secara virtual atau daring.

Agus mengatakan pemerintah telah melarang aktivitas mudik yang berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021 dalam rangka mengendalikan angka penularan COVID-19.

Pada Idul Fitri 1441 Hijriah, kata Agus, ada tren kenaikan kasus 14 hari setelah setelah perayaan. Situasi tersebut menunjukkan penyebaran COVID-19 yang semakin luas dan tidak terkontrol.

Empat rekomendasi lainnya yaitu pertama, menjalani imunisasi atau vaksinasi COVID-19. Kedua tetap mematuhi protokol kesehatan 5M walaupun sudah divaksin.

"Pelajaran yang mahal sudah kita dapatkan dari India sebagai salah satu negara dengan testing, tracing, dan treatment (3T) terbaik di dunia. Akan tetapi, akibat kelalaian dengan adanya acara-acara kumpul masa sejak bulan Maret hingga April lalu terjadi tsunami COVID-19 di sana," katanya.

Ketiga, diimbau kepada setiap individu untuk mengambil peran pencegahan dan saling mengingatkan untuk mengatasi pandemi COVID-19.

"Pada dua pekan ke belakang, dengan semakin kentalnya suasana Ramadhan, semakin banyak pula kegiatan-kegiatan kumpul massa seperti buka puasa bersama, berdesak-desakan di pusat perbelanjaan, hingga mudik ke kampung halaman yang sayangnya dilakukan tanpa kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang baik," katanya.

Keempat yaitu, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan besarnya potensi gelombang kedua COVID-19 di Indonesia.

"Seluruh masyarakat tidak boleh lengah, hanya karena jumlah kasus baru virus corona sempat turun, atau karena sudah divaksin. Karena jika kita lengah sedikit saja, ancaman gelombang kedua dari pandemi COVID-19 di Indonesia dapat menjadi kenyataan," katanya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paru-paru Mudik Lebaran Virus Corona Protokol Pencegahan Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top