Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumbar Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta pengelola rumah sakit di kabupaten dan kota di wilayahnya menambah tempat tidur untuk pasien Covid-19 guna menghadapi kemungkinan terjadi lonjakan kasus penularan virus corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2021  |  08:30 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah Rasidin Padang merupakan salah satu rumah sakit tempat perawatan pasien Covid-19 di Sumatera Barat.  - ANTARA
Rumah Sakit Umum Daerah Rasidin Padang merupakan salah satu rumah sakit tempat perawatan pasien Covid-19 di Sumatera Barat. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah melonggarkan kebijakan terkait dengan larangan sholat Id berjamaah, kini Pemprov Sumbar melakukan sejumlah antisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta pengelola rumah sakit di kabupaten dan kota di wilayahnya menambah tempat tidur untuk pasien Covid-19 guna menghadapi kemungkinan terjadi lonjakan kasus penularan virus corona.

"Penambahan tempat tidur pasien dibutuhkan untuk mempercepat penanganan pasien Covid-19 apabila terjadi lonjakan kasus penularan virus corona," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman seperti dikutip Antara, Minggu (23/5/2021).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah pada 22 Mei 2021 sudah mengeluarkan surat kepada bupati dan wali kota untuk memperbanyak tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit umum daerah (RSUD).

Menurut surat Gubernur, RSUD di daerah dalam zona merah atau zona risiko penularan tinggi diminta mengonversi 40 persen dari total tempat tidur pasien yang tersedia untuk pasien Covid-19.

Daerah yang berada di zona oranye atau zona risiko penularan sedang diminta mengonversi 35 persen dari total tempat tidur yang tersedia untuk pasien Covid-19 dan daerah di zona kuning atau zona risiko penularan rendah diminta mengonversi 25 persen dari total tempat tidur yang tersedia untuk menangani pasien Covid-19.

Selain itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta memperbanyak kegiatan pemeriksaan massal untuk mendeteksi penularan Covid-19, memperketat pengawasan terhadap warga yang masuk ke wilayahnya, serta mengaktifkan kembali fasilitas karantina.

Dalam hal penanganan pasien Covid-19, pasien dengan gejala ringan diminta melakukan isolasi mandiri, pasien dengan gejala sedang ditangani oleh RSUD, dan pasien dengan gejala berat ditangani oleh rumah sakit rujukan.

Menurut data Dinas Kesehatan, hingga Sabtu (22/5) jumlah akumulatif warga Sumbar yang terserang Covid-19 total 41.916 orang dengan jumlah penderita yang sudah sembuh 38.218 orang dan pasien yang meninggal dunia 931 orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top