Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Menghitung Berat Badan yang Ideal

Metode WHR menjadi salah satu alat pengukuran berat badan yang berguna untuk menghitung apakah seseorang memiliki berat badan dan ukuran yang sehat.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  19:51 WIB
Ilustrasi menurunkan berat badan. - Istimewa
Ilustrasi menurunkan berat badan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA  - Memiliki berat badan yang ideal merupakan impian bagi sebagian orang. Berat badan yang ideal dapat berbeda untuk setiap orang karena beberapa faktor yang berbeda.

Faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut termasuk usia, rasio otot-lemak, tinggi badan, jenis kelamin, dan bentuk tubuh.

Memiliki tubuh yang ideal juga dapat menjadi salah satu indikator kondisi kesehatan tubuh. Seseorang yang memiliki berat badan berlebihan mempunyai risiko terkena penyakit.

Berikut beberapa rangkuman metode atau cara yang bisa Anda lakukan untuk menghitung berat badan yang ideal.

1. Indeks Massa Tubuh

Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI) merupakan cara umum untuk menentukan apakah seseorang memiliki berat badan yang ideal atau tidak. Metode BMI mengaitkan tinggi badan sebagai perhitungan.

Berdasarkan National Institutes of Health (NIH) terdapat beberapa kategori BMI:

- BMI kurang dari 18,5 berarti seseorang kekurangan berat badan.

- BMI yang ideal antara 18,5 dan 24,9.

- BMI antara 25 dan 29,9 berarti kelebihan berat badan.

- BMI lebih dari 30 menunjukkan obesitas.

Untuk menghitung berat badan ideal dengan metode BMI, Anda bisa mengecek di link ini:

2. Rasio Pinggang dan Pinggul

Metode yang dapat disebut Waist-to-Hip Ratio (WHR) merupakan perhitungan dengan membandingkan ukuran pinggang dengan pinggul.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang memiliki lebih banyak lemak tubuh di sekitar bagian tengah tubuh lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit kardiovaskular (CVD) dan diabetes. Artinya, semakin tinggi ukuran pinggang dibandingkan dengan pinggul, maka semakin besar risikonya.

Metode WHR merupakan salah satu alat pengukuran berat badan yang berguna untuk menghitung apakah seseorang memiliki berat badan dan ukuran yang sehat.

Cara menghitung:

- Ukur lingkar pinggang pada bagian yang paling sempit, biasanya tepat di atas pusar.

- Bagilah ukuran ini dengan ukuran di sekitar pinggul Anda pada bagian terlebarnya.

Sebagai contoh, jika pinggang Anda sebesar 28 inci dan pinggulnya 36 inci, mereka akan membagi 28 dengan 36. Hasilnya adalah 0,77.

Melansir dari Medicalnewstoday, berikut indikator dan batasan hasil perhitungan WHR terhadap risiko  penyakit kardiovaskular (CVD).

Pada pria

- Di bawah 0,9: Risiko masalah kesehatan kardiovaskular rendah.

- Dari 0,9 hingga 0,99: Risikonya sedang.

- Pada 1.0 atau lebih: Risikonya tinggi.

Pada wanita

- Di bawah 0,8: Risikonya rendah.

- Dari 0,8 hingga 0,89: Risikonya sedang.

- Pada 0,9 atau lebih: Risikonya tinggi.

3. Mengukur Rasio Pinggang dan Tinggi

Metode Waist-to-Height Ratio (WtHR) atau Rasio Pinggang dan Tinggi merupakan cara lain untuk mengukur berat badan ideal termasuk untuk mengukur risiko penyakit jantung, diabetes.

Untuk menghitung WtHR, Anda perlu membagi ukuran pinggangnya dengan tinggi badannya. Jika jawabannya 0,5 atau kurang, kemungkinan besar mereka memiliki berat badan yang sehat.

Berdasarkan penelitian dari Plos One, peneliti menyimpulkan bahwa metode WtHR adalah prediktor kesehatan dan harapan hidup yang lebih baik daripada BMI.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips sehat berat badan
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top