Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Efek Samping Covid Picu Masalah Jantung? Ini Kata CDC

Berdasarkan data yang dilaporkan ke Centers for Disease Control and Prevention (CDC), remaja dan orang-orang yang berusia pada 20 tahun awal, menyumbang setengah kasus miokarditis setelah vaksinasi Covid-19.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  12:56 WIB
Seorang pria menerima vaksin Covid-19 saat Israel melanjutkan program vaksinasi nasionalnya, di Ashdod, Israel, Selasa (4/1/2021). - Antara/Reuters\\r\\n
Seorang pria menerima vaksin Covid-19 saat Israel melanjutkan program vaksinasi nasionalnya, di Ashdod, Israel, Selasa (4/1/2021). - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah kasus jenis peradangan jantung telah dilaporkan setelah vaksinasi Covid-19, terutama di kalangan pria muda setelah dosis kedua vaksin dengan metode mRNA

Berdasarkan data yang dilaporkan ke Centers for Disease Control and Prevention (CDC), remaja dan orang-orang yang berusia pada 20 tahun awal, menyumbang setengah kasus miokarditis setelah vaksinasi Covid-19.

Miokarditis, kondisi yang melibatkan peradangan pada otot jantung. Gejala yang dialami dapat termasuk kelelahan, demam, sesak nafas, dan nyeri dada. Biasanya, para pasien merasa dada mereka sakit ketika bersandar ke depan, dan jika sebaliknya maka rasa nyerinya akan cukup mereda

Secara keseluruhan, 226 kasus miokarditis ini juga terjadi pada orang yang berumur lebih muda dari 30 tahun. Pernyataan ini telah dikonfirmasi oleh wakil direktur Kantor Keamanan Imunisasi CDC, yakni Dr. Tom Shimabukuro.

Berdasarkan dari data CDC, dari pemulihan pasien dalam 220 kasus, lebih dari 80% pasien dapat sembuh dengan sendirinya. Kepala penyakit menular pediatrik di Rumah Sakit Anak Tufts di Boston, Dr Cody Meissner, mengatakan bahwa memang ada peristiwa yang tampaknya terjadi dalam miokarditis.

Pengobatan yang dilakukan dalam menghadapi miokarditis mungkin melibatkan obat anti-inflamasi, obat intravena atau IVID, dan ibuprofen. Sedangkan, anak-anak yang menderita miokarditis akan ditindaklanjuti dengan ahli jantung selama enam bulan, untuk memastikan tidak ada masalah lain. Namun, sebagian besar kasus umumnya cenderung ringan, dan dapat hilang dengan sendirinya.

Walaupun terdapat jumlah peningkatan anak muda dalam miokarditis, Shimabukuro mengatakan tidak ada tanda bahaya besar yang diidentifikasi. Namun berbagai kemungkinan efek samping dalam berbagai vaksin, perlu diteliti lebih lanjut. CDC akan mengadakan pertemuan Komite Penasihat tentang Praktik Imunisasi pada 19 Juni, untuk melihat lebih lanjut dalam kasus permasalahan ini.

Sampai saat ini, para pihak pejabat kesehatan masih sangat merekomendasikan vaksinasi Covid-19, untuk semua orang yang berusia 12 tahun keatas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jantung Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top