Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Kaldu Aman MPASI Tanpa Gula dan Garam Tambahan untuk Si Kecil

Makanan pendamping ASI atau MPASI dapat diberikan kepada bayi setelah usia 6 bulan. Bayi yang belum berusia 6 bulan sebaiknya tidak diberikan MPASI, karena pada usia tersebut bayi memiliki risiko mengalami alergi makanan dan meningkatkan risiko bayi tersedak.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 22 Juni 2021  |  17:28 WIB
5 Kaldu Aman MPASI Tanpa Gula dan Garam Tambahan untuk Si Kecil
Kaldu Pawon Ibun. - Pawon Ibun

Bisnis.com, JAKARTA – Makanan pendamping ASI atau MPASI dapat diberikan kepada bayi setelah usia 6 bulan. Bayi yang belum berusia 6 bulan sebaiknya tidak diberikan MPASI, karena pada usia tersebut bayi memiliki risiko mengalami alergi makanan dan meningkatkan risiko bayi tersedak.

Masa ini menjadi masa yang seru dikarenakan si kecil mulai mengenal beragam makanan, dan tentu Anda tidak sabar untuk memasak beragam resep MPASI. Namun, kemudian muncul pertanyaan, apakah kaldu bisa ditambahkan dalam MPASI si kecil?

Leona Victoria seorang ahli gizi yang terakreditasi di Australia membagikan kaldu yang aman digunakan dalam MPASI, dan tentunya tanpa gula dan garam tambahan.

“Semua merek yang saya sebutkan di sini sudah saya coba secara pribadi ya. Ada beberapa merek lain yang saya beli juga, tapi ternyata asin, pakai garam dan atau gula tambahan,” jelas Leona di laman Instagramnya, Selasa (22/6/2021).

1. Kaldu Crystal of the Sea

Kaldu ini mengandung kandungan gizi yang sangat tinggi terutama DHA (Omega-3) yang sangat penting bagi perkembangan otak. Selain itu, kaldu ini kaya akan protein dan kalsium yang membantu dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi tanpa tambahan garam, gula dan MSG. Dianjurkan untuk menggunakan satu sendok teh makan untuk anak-anak di bawah 1 tahun.

2. Kaldu Koala

Kaldu Koala merupakan kaldu bubuk yang dibuat khusus untuk MPASI yang praktis, higienis dan sehat. Dibuat homemade dari ayam asli dan tanpa menggunakan bahan pengawet ataupun bahan kimia lainnya. Kaldu ini dibuat tanpa gula dan garam sehingga aman dikonsumsi untuk anak-anak mulai usia 6 bulan. Selain itu, kaldu ini terdiri dari dua varian rasa, yakni ayam dan sapi.

3. Kaldu Aidan

Kaldu Aidan merupakan kaldu homemade yang dibuat dari daging segar dan bahan-bahan pilihan tanpa bahan pengawet, tanpa garam, tanpa gula dan dibuat dengan cara tradisional. Kaldu bubuk ini cocok untuk MPASI bayi usia 6 bulan. Kaldu ini tidak ada proses pemanasan agar kaldu tetap terjaga kualitasnya. Terdiri dari beberapa varian rasa seperti ayam, ayam kampung, udang, salmon, tuna dan jamur.

4. Kaldu Pawon Ibun

Kaldu Pawon Ibun terbuat dari daging, rempah dan sayur yang diolah hingga kering dan berbentuk bubuk dengan butiran lembut. Kaldu ini sudah teruji di laboratorium dan dinyatakan bebas bakteri Salmonella Sp. Tidak hanya bebas bakteri, kaldu ini kaya nutrisi untuk anak. Setiap 2 gram kaldu mengandung 1 gram protein yang teruji melalui uji Nutrition Facts lembaga Laboratorium Sucofindo Surabaya. Kaldu Pawon Ibun terdiri dari tujuh varian rasa yakni ayam kampung, sapi, tempe, udang, salmon, teri dan jamur. Karena semua kaldu tanpa pengawet, pastikan untuk menyimpannya di dalam kulkas atau freezer.

5. Kaldu Bunda Elia

Kaldu Bumbu Bunda by Elia dibuat dari bahan-bahan alami pilihan dan tanpa campuran gula, garam, pengawet serta non MSG. Kandungan protein yang ada dalam kaldu ini sangat baik untuk tumbuh kembang otak bayi serta menciptakan rasa yang gurih, sehingga MPASI si kecil menjadi lebih enak dan sehat. Kaldu ini memiliki empat varian rasa seperti sapi, ayam kampung, salmon dan tuna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan kesehatan anak
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top