Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seungri Bantah Semua Tuduhan Prostitusi di Pengadilan

Seungri, mantan anggota grup pria Bigbang menghadiri persidangan di Pengadilan Militer Umum pada Rabu (30/6/2021). Selama persidangan, ia mengklaim telah membuat kesalahan ketik di salah satu pesan KakaoTalk yang memberatkan yang dihadirkan di pengadilan.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 30 Juni 2021  |  16:44 WIB
Seungri, mantan anggota grup pria Bigbang.  - ANTARA
Seungri, mantan anggota grup pria Bigbang. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Seungri, mantan anggota grup pria Bigbang menghadiri persidangan di Pengadilan Militer Umum pada Rabu (30/6/2021). Selama persidangan, ia mengklaim telah membuat kesalahan ketik di salah satu pesan KakaoTalk yang memberatkan yang dihadirkan di pengadilan.

Saat dia didakwa atas prostitusi, jaksa mempertanyakan beberapa pesan teks percakapan yang dia lakukan di salah satu obrolan grup. Pesan-pesan itu dilaporkan ke negara bagian. “Gadis? Pergilah dengan mereka yang memberi dengan baik.”

Melansir Koreaboo, Rabu (30/6/2021), dilaporkan bahwa pesan tersebut dipertukarkan ketika Seungri mengunjungi klub dengan kenalannya. Dalam obrolan grup, salah satu anggota staf bertanya tentang cara terbaik untuk menerima tamu asing, dan Seungri menjawab seperti itu. Hal ini menyebabkan kecurigaan prostitusi dari apa yang disimpulkan oleh kata-kata tersebut.

Namun, Seungri menyatakan bahwa pesan tersebut berasal dari 7 tahun yang lalu, dan dia ingat mengirim pesan tersebut sebagai "Pergilah dengan orang yang bermain dengan baik".

Dia membantah klaim prostitusi, menyatakan bahwa itu karena koreksi otomatis saat dia menggunakan iPhone, bahwa pesan itu dikirim sebagai "Pergi dengan orang yang memberi dengan baik" sebagai gantinya.

Ia mengaku tidak mengetahuinya dan baru menyadarinya selama proses penyelidikan. "Meskipun saya minta maaf tentang itu, itulah yang saya ingat" ungkap Seungri.

Ketika ditanya tentang pesta Natal pada 2015 di mana ia dituduh menyewa pelacur untuk menerima pengusaha Jepang, Seungri membantah klaim bahwa itu berasal darinya.

"Di hari ulang tahunku yang menjelang akhir tahun, untuk membalas budi orang-orang dari berbagai negara yang memberi selamat kepadaku, termasuk Koji Aoyama dan istrinya, aku mengundang berbagai kenalan asing ke pesta Natal besar yang telah aku rencanakan. Karena saya sibuk mengurus kenalan saya sendiri, saya hanya menemukan bahwa mereka telah memanggil gadis-gadis selama penyelidikan," katanya.

Seungri meminta maaf kepada orang-orang yang telah mengikuti kasus pengadilan tetapi mengaku mengingat pesan teks tersebut. Dia membantah bahwa dia mengetahui prostitusi yang dilakukan oleh mantan CEO Yuri Holdings, Yoo In Seok. Yoo In Seok sudah mengakui dakwaan dalam persidangan sebelumnya.

Seungri lebih lanjut membantah klaim hosting prostitusi di luar rumahnya sendiri, menyatakan bahwa orang tua dan adiknya tinggal di sebelah. Bahkan lanjut Seungri, dia tidak tahu kapan orang tua dan adiknya akan mampir sehingga tidak mungkin ia mengadakan prostitusi di rumahnya sendiri. 

"Selain itu, saya sangat sibuk dengan promosi pada saat itu. Saya tidak dalam posisi di mana saya bisa membayar siapa pun untuk memiliki hubungan seperti itu dengan saya, saya juga tidak harus melakukannya." ungkapnya.

Mengenai "Ruang KakaoTalk Jung Joon Young" yang terkenal, Seungri mengklaim bahwa dia tidak dapat memeriksa setiap pesan yang datang kepadanya. Ditambah lagi, ia berada di lebih 10 obrolan grup dan ia saat itu mengoperasikan sekitar 5 media sosial lain yang berbeda.

"Isi ruang KakaoTalk itu bukan seluruh hidupku. Hanya dalam waktu satu jam, saya menerima lebih dari 500 pesan. Saya tidak dapat memeriksa dan mengakui masing-masing hanya karena saya menerima pesan itu. Juga, ruang KakaoTalk itu adalah tempat di mana hanya teman-teman yang berkumpul, jadi saling bertukar kata-kata yang tidak menyenangkan. Saya tidak tahu mereka akan terungkap. Saya minta maaf kepada publik."

Sebelum persidangan, Seungri awalnya didakwa dengan 8 tuduhan berbeda yaitu melanggar undang-undang tentang hukuman berat kejahatan ekonomi tertentu, pelanggaran tindakan sanitasi makanan, penggunaan kamera secara ilegal, perdagangan seks, kebiasaan berjudi, pelanggaran undang-undang valuta asing, penggelapan, dan kekerasan seksual.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan k-pop

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top