Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Isolasi Mandiri Sebaiknya Dibarengi dengan Puasa Medsos

Pasien Covid-19 yang ingin memahami penanganan Covid saat menjalankan perawatan pribadi di rumah sendiri disarankan hanya menggunakan gawainya untuk menghubungi tenaga medis atau dokter yang bisa dipercaya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Juli 2021  |  16:31 WIB
Media sosial - Istimewa
Media sosial - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Isolasi mandiri yang dilakukan oleh orang dengan hasil positif Covid-19 sebaiknya dibarengi juga dengan isolasi diri dari media sosial.

Hal itu disampaikan oleh ahli gizi masyarakat dari FKUI dokter Tan Shot Yen yang juga aktif mengedukasi masyarakat terkait dengan pandemi Covid-19.

“Kalau bisa selain isolasi mandiri secara fisik, ada baiknya orang yang menjalani isolasi mandiri itu juga mengisolasi dirinya dari media sosial,” katanya saat dihubungi, Kamis (1/7/2021).

Dia menyarankan hal itu agar pasien Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri tidak terpapar terlalu banyak informasi mengenai penyakit yang berasal dari virus SARS-CoV-2 itu.

Terkadang informasi yang beredar di media sosial terkait dengan penanganan Covid justru banyak yang tidak tepat dan bahkan bohong sehingga tentu informasi itu membawa kesalahpahaman dan menurunkan imun tubuh.

Oleh karena itu, pasien Covid-19 yang ingin memahami penanganan Covid saat menjalankan perawatan pribadi di rumah sendiri disarankan hanya menggunakan gawainya untuk menghubungi tenaga medis atau dokter yang bisa dipercaya.

Misalnya, dokter dari puskesmas terdekat atau dokter yang melakukan praktik telemedisin baik lewat aplikasi seperti Halodoc, Alodokter, Good Doctor, SehatQ maupun bisa juga dari layanan telemedisin rumah sakit terdekat.

Hal itu menjaga agar pemberian vitamin ataupun obat yang dikonsumsi pasien isolasi mandiri bisa tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan stok pada beberapa jenis obat yang kerap direkomendasikan di media sosial.

“Dengan begitu juga kita bisa menjaga kondisi stok obat ataupun vitamin sehingga tidak terjadi kelangkaan seperti yang terjadi beberapa kali ini,” kata Tan.

Di samping itu, komunikasi dengan dokter juga membantu pasien jika sewaktu- waktu kondisi gejala yang dialami semakin memburuk dan harus dilakukan penanganan lebih lanjut. Seperti sesak napas atau pada saat melakukan pengukuran kadar oksigen dalam darah ditemukan hasil di bawah 95 persen.

“Itu boleh hubungi dokter yang bisa dipercaya ya jadi tahu penanganannya. Namun, kalau, misalnya, hanya merasakan pusing, demam, atau kehilangan indra penciuman lebih baik tetap di rumah saja dan meminum obat yang diresepkan dengan rutin,” katanya.

Terakhir, pasien isolasi mandiri lebih disarankan untuk memakan sayur dan buah-buahan dibandingkan dengan makanan yang memiliki kandungan vetsin, garam dan gula yang berlebih.

Masakan rumahan yang memiliki baik dikonsumsi untuk meningkatkan imun dari pasien yang menjalani isolasi mandiri. 

Isolasi mandiri lebih dianjurkan untuk orang-orang yang positif Covid-19 bergejala ringan hingga sedang atau pun orang- orang yang mengalami gejala- gejala Covid-19 dan masih menunggu hasil tes.

#ingatpesanibu, #sudahdivaksintetap3m, #vaksinmelindungikitasemua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Medsos Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top