Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Air Keran Bisa Positif Covid-19? Begini Penjelasan Pakar

Satgas Penanganan Covid-19 juga telah menjelaskan, bahwa alat tes hanya bisa digunakan dengan sampel yang diambil dengan usap yang dimasukkan melalui hidung.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Juli 2021  |  08:44 WIB
Air Keran Bisa Positif Covid-19? Begini Penjelasan Pakar
PDAM Tirta Pakuan - kemendagri

Bisnis.com, JAKARTA - Baru-baru ini kembali beredar kabar di media sosial dan grup WhatsApp bahwa air keran yang menunjukkan hasil tes positif saat diteteskan ke alat rapid tes antigen.

Dokter Adam Prabata menjelaskan, bahwa hasil tersebut bisa dikatakan positif palsu, karena alat menjadi rusak.

"Pemberian air keran untuk alat tes antigen itu tidak sesuai dengan prosedurnya yang bisa mengakibatkan alat menjadi rusak dan akhirnya memunculkan false negatif," jelasnya melalui Instagram Reels, Senin (26/7/2021).

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 juga telah menjelaskan, bahwa alat tes tersebut hanya bisa digunakan dengan sampel yang diambil dengan usap yang dimasukkan melalui hidung tidak untuk sampel air atau cairan lainnya.

Kemudian, epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman juga menjelaskan, bahwa SARS-CoV-2 tidak ditularkan melalui air, tapi melalui udara, sehingga air biasa tidak akan terdeteksi.

"Ketika yang dites adalah air keran, PH-nya akan terganggu dan merusak antibodi yang ada di film-nya itu. Akhirnya hasilnya menjadi invalid, bisa jadi positif,” katanya.

Dicky menegaskan, jika yang diuji bukan merupakan sampel yang tidak semestinya, seperti air maka bisa menyebabkan alat tes tersebut rusak, sehingga hasil yang dikeluarkan tidak valid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top