Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Studi: Konsumsi Protein Saat Sarapan Hasilkan Lebih Banyak Otot Dibandingkan Makan Malam

Seorang Profesor Shigenobu Shibata mengatakan bahwa temuannya itu sangat mendukung seseorang untuk mengonsumsi banyak protein di pagi hari dibandingkan malam hari.
Meuthia Novianthree Nafasya
Meuthia Novianthree Nafasya - Bisnis.com 27 Juli 2021  |  21:39 WIB
Studi: Konsumsi Protein Saat Sarapan Hasilkan Lebih Banyak Otot Dibandingkan Makan Malam
Telur sebagai sumber protein hewani - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Studi terbaru mengungkapkan jika mengonsumsi protein di pagi hari atau saat sarapan menyebabkan pertumbuhan otot yang lebih besar dibandingkan saat makan di malam hari.

Seorang Profesor Shigenobu Shibata, yang merupakan penulis utama dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa temuannya itu sangat mendukung seseorang untuk mengonsumsi banyak protein di pagi hari.

Untuk manusia pada umumnya, asupan protein saat sarapan rata-rata sekitar 15 gram (g), lebih sedikit dari yang kita konsumsi saat makan malam, yaitu sekitar 28 gram.

"Temuan kami sangat mendukung perubahan norma ini dan mengonsumsi lebih banyak protein saat sarapan atau waktu camilan pagi,” kata Prof. Shigenobu yang dikutip dari medicalnewstoday pada, Selasa (27/7/2021).

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa makan makanan yang mengandung protein saat sarapan dan makan siang dapat meningkatkan pertumbuhan otot yang lebih kuat.

“Kami pada dasarnya siap untuk pertumbuhan, kekuatan, hipertrofi di pagi hari. paling aktif secara metabolik atau dalam keadaan (pertumbuhan) yang berpotensi anabolik,” kata Dr. Bailey, Ahli Gizi Akupuntur.

Kemudian, para peneliti melakukan penelitian mengenai ada tidaknya efek samping dari mengonsumsi protein di pagi hari.

Penelitian dilakukan pada dua kelompok tikus laboratorium yang diberi makan protein dalam bentuk suplemen asam amino baik saat sarapan atau makan malam.

Penelitian menghasilkan bahwa saat sarapan protein hanya terdiri dari 8,5 persen dari makanan yang dikonsumsi. Sedangkan saat makan malam, mereka mengonsumsi persentase protein yang lebih tinggi yaitu 11,5 persen. Kendati demikian, pertumbuhan otot lebih besar pada kelompok tikus yang mengonsumsi protein saat sarapan.

Selain itu, peneliti juga merekrut 60 wanita yang asupan protein hariannya sesuai dengan rekomendasi para ahli kesehatan Jepang. Separuh wanita dilaporkan mereka lebih banyak mengonsumsi protein di pagi hari.

Meskipun tidak ada perbedaan antara kedua kelompok dalam hal tingkat aktivitas, massa tubuh, tinggi badan, BMI, massa lemak, fungsi fisik, atau asupan makanan, kelompok yang mengonsumsi protein di pagi hari memiliki massa otot lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

protein tips sehat diet sarapan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top