Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Efek Samping Jika Kebanyakan Makan Daging Ayam

97 persen dari dada ayam yang diuji oleh Consumer Reports mengandung bakteri, dan bahkan mungkin bakteri ini membuat Anda sakit.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  10:21 WIB
Daging ayam. - Tempo
Daging ayam. - Tempo

Bisnis.com, JAKARTA — Ayam adalah salah satu bentuk protein berkualitas tinggi yang paling serbaguna.

Oleh karena itu protein hewani ini sering ditemukan dalam banyak resep masakan. Bahkan, hampir seluruh negara dan budaya punya cara tersendiri untuk mengolah ayam jadi sajian yang istimewa.

Dari dipanggang di oven, hingga dipanggang dan diletakkan di atas salad atau sandwich atau digoreng. Makan ayam bisa menjadi pilihan protein yang sehat dan serbaguna. Tapi, ayam yang digoreng atau dilapisi dengan keju dan tidak begitu sehat.

Dilansir dari eatthis, Kamis (29/7/2021) menurut ilmu pengetahuan baru-baru ini, ada beberapa efek samping dari makan daging ayam jika berlebihan seperti berikut ini :

1. Meningkatkan kadar kolesterol

Sebuah penelitian kecil yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa daging ayam putih meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL dengan cara yang sama seperti daging merah. Ini juga dapat berdampak langsung pada risiko penyakit jantung

Namun, menurut Harvard Health, ada sejumlah keterbatasan dalam penelitian ini. Itu karena penelitian hanya melibatkan 113 peserta, durasinya pendek yaitu hanya 16 minggu.

Jadi, meskipun penelitian ini valid dan bereputasi baik, perlu dilakukan lebih banyak penelitian tentang topik tersebut.

2. Mayoritas dada ayam eceran terkontaminasi bakteri

Anda mungkin makan ayam yang terkontaminasi bakteri. 97 persen dari dada ayam yang diuji oleh Consumer Reports mengandung bakteri, dan bahkan mungkin bakteri ini membuat Anda sakit. Studi tahun 2014 menganalisis lebih dari 300 dada ayam mentah yang dibeli dari toko kelontong di seluruh Amerika Serikat. Dan bakteri yang ditemukan di sebagian besar dada ayam sangat mengganggu.

"Lebih dari setengah sampel mengandung kontaminan tinja. Dan sekitar setengahnya mengandung setidaknya satu bakteri yang resisten terhadap tiga atau lebih antibiotik yang biasa diresepkan," menurut Consumer Reports. Ini adalah hal yang diperhatikan saat Anda pergi ke bagian unggas di toko kelontong.

3. Dapat menyebabkan kenaikan berat badan

Sebuah studi dari Loma Linda University menemukan bahwa ada korelasi antara jenis diet dan berat badan, khususnya menemukan bahwa vegetarian memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih rendah daripada pemakan daging.

Para peserta dalam penelitian yang mengikuti diet non-vegetarian akhirnya mengonsumsi lebih banyak lemak jenuh, lemak trans, arakidonat, dan asam lemak docosahexaenoic dan jumlah protein nabati, serat, beta karoten, dan magnesium yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengikuti vegetarian.

Meskipun penelitian ini tidak secara khusus menyebutkan ayam apa. Namun ada banyak hidangan ayam yang lebih tinggi lemak jenuhnya seperti ayam goreng dan ayam parmesan yang jika dimakan seiring waktu dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa makan ayam sebenarnya tidak buruk untuk Anda.

Ayam bisa menjadi sumber protein tanpa lemak yang bagus, tetapi pastikan membatasi lemak yang Anda makan dengannya.

Tak ada salahnya memasak ayam dengan banyak makanan kaya serat, seperti biji-bijian dan sayuran, juga baik untuk kesehatan tubuh Anda.

4. Ayam dengan antibiotik picu ISK

Ayam eceran dengan jenis tertentu mengandung bakteri E. coli yang telah terbukti menyebabkan berbagai infeksi, termasuk ISK.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal mBio American Society for Microbiology. Studi longitudinal berlangsung selama satu tahun, di mana para peneliti menganalisis ayam, kalkun, dan babi eceran yang dibeli dari rantai grosir utama.

Menurut Science Daily, Tim menemukan E.coli di hampir 80% dari 2.452 sampel daging dan 72% dari urin dan kultur darah positif dari pasien.

Jenis E.coli yang sama inilah yang juga ditemukan menyebabkan ISK atau infeksi saluran kemih.

Jadi, penting untuk mencari ayam yang dibesarkan tanpa antibiotik untuk memastikan Anda tidak berisiko terkena penyakit tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

protein kolesterol daging ayam
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top