Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Obat Kekebalan Tubuh Bisa Hasilkan Keringat Lemak

Pemberian obat sistem kekebalan tubuh dapat menjadi strategi menurunkan berat badan.
Meuthia Novianthree Nafasya
Meuthia Novianthree Nafasya - Bisnis.com 05 Agustus 2021  |  16:51 WIB
Berkeringat pada malam hari - Istimewa
Berkeringat pada malam hari - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti mengungkapkan bahwa obat pengubah kekebalan (sitokin) yang menyebabkan kulit menjadi berkeringat lemak bisa menjadi strategi untuk mengobati obesitas pada seseorang. 

Orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas memiliki kemungkinan tujuh kali lebih besar untuk mengembangkan penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit  liver, dan penyakit jantung. 

Melansir dari Medical News Today pada Kamis, (5/8/2021), berdasarkan data World Health Organization (WHO) ada lebih dari 4 juta orang meninggal setiap tahun secara global diakibatkan kelebihan berat badan dan obesitas. 

Banyak orang berjuang untuk mempertahankan berat badan yang moderat melalui diet dan olahraga saja. Meskipun ada beberapa perawatan obat bagi penderita kelebihan berat badan dan obesitas, mereka memiliki efek samping. 

Salah satu strategi pengobatan baru yang sedang dieksplorasi para peneliti adalah menargetkan sistem kekebalan tubuh yang diketahui memengaruhi metabolisme lemak atau jaringan 'adiposa.' 

Para peneliti di Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania di Philadelphia berspekulasi bahwa mereka dapat mengobati resistensi insulin pada tikus percobaan dengan meningkatkan kadar sitokin atau sinyal kekebalan yang disebut thymic stromal lymphopoietin (TSLP). 

Para peneliti terkejut ketika menemukan fakta bahwa TSLP tidak hanya meningkatkan metabolisme glukosa tetapi juga mengurangi berat badan mereka. 

Anehnya, penurunan berat badan tidak memiliki hubungan dengan metabolisme yang lebih cepat, tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi, peningkatan ekskresi kalori, atau penurunan asupan makanan. Faktanya, tikus dengan kadar TSLP yang meningkat 20-30% lebih banyak daripada tikus lainnya. 

“Ketika saya melihat bulu tikus yang diobati dengan TLSP, saya perhatikan bahwa mereka berkilau dalam cahaya. Saya selalu tahu tikus mana yang telah dirawat, karena mereka jauh lebih bersinar daripada yang lain,” kata Taku Kambayashi, yang dikutip pada Kamis, (5/8/2021). 

Analisis rambut dari tikus yang dirawat tersebut menunjukkan bahwa hewan itu mengeluarkan lebih banyak lemak, sebum padat kalori dari kelenjar sebaceous di kulit mereka. Hal tersebut yang menyebabkan bulu mereka berkilau dan berminyak. 

Para peneliti dalam penelitiannya menemukan bahwa setelah 4 minggu di mana semua hewan makan makanan tinggi lemak, tikus biasa bertambah berat badan. Sedangkan, tikus dengan TSLP ekstra, kadar glukosa darah dan insulin meningkat dan berat badan mereka turun dari rata-rata 45 gram menjadi 25 gram.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekebalan diet keringat Imunitas tubuh
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top