Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' Raih Golden Leopard di Locarno

Ini merupakan penghargaan tertinggi yang pernah dimenangkan oleh sutradara kaliber dunia seperti Stanley Kubrick, Mike Leigh, Jafar Panahi, dan Jim Jarmusch.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Agustus 2021  |  06:23 WIB
Film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' Raih Golden Leopard di Locarno
"Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" / "Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash" (2020). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Film Indonesia garapan Edwin berjudul “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” berhasil membawa pulang Golden Leopard, hadiah utama dari sesi kompetisi internasional (Concorso Internazionale) yang diadakan oleh Locarno International Film Festival 2021.

Dikutip dari keterangan resmi pada Minggu (15/8/2021), penghargaan ini merupakan catatan spesial karena Edwin merupakan orang Indonesia pertama yang memenangkan Golden Leopard.

Ini merupakan penghargaan tertinggi yang pernah dimenangkan oleh sutradara kaliber dunia seperti Stanley Kubrick, Mike Leigh, Jafar Panahi, dan Jim Jarmusch. Selain itu dalam lima tahun terakhir, baru kali ini film panjang Indonesia memenangkan hadiah utama di festival bergengsi Eropa.

"Penghargaan Golden Leopard ini semacam vaksin, booster, atau vitamin yang diharapkan mampu menguatkan kembali film Indonesia dan segenap jiwa raga pecinta film Indonesia di manapun mereka berada," kata Edwin, Minggu (15/8/2021).

Diputar empat kali di Locarno International Film Festival 2021, film dengan judul internasional “Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash” ini disambut meriah oleh para penonton dan kritikus internasional.

Sementara itu, film yang diadaptasi dari novel Eka Kurniawan ini dibintangi oleh Marthino Lio (berperan sebagai Ajo Kawir), Ladya Cheryl (Iteung), Reza Rahadian (Budi Baik), Ratu Felisha (Jelita) dan Sal Priadi (Tokek).

Bercerita tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia — ia impoten. Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur hingga jungkir balik — dia jatuh cinta.

Akankah Ajo menjalani kehidupan yang bahagia bersama Iteung dan, pada akhirnya, berdamai dengan dirinya?

Di sisi lain, Locarno Film Festival merupakan ajang film tahunan yang digelar setiap Agustus di Locarno, Swiss. Tahun ini adalah edisi ke 74 sejak didirikan pertama tahun 1946, menjadikannya salah satu festival film tertua di dunia.

Terakhir kali pada 2019 film sutradara veteran Pedro Costa “Vitalina Varela” memenangkan Golden Leopard palam gelaran bergengsi ini. Ribuan fans film dan profesional industri bertemu di sini di setiap musim panas untuk berbagi kehausan mereka terhadap sinema dalam keberagamannya.

Di Locarno, mereka dapat menemukan program berkualitas, kaya, eklektik, mengejutkan sambil bertemu dengan talenta terbaru dan tamu-tamu bergengsi.

Tahun ini, film terbaru dari John David Washington (‘Tenet’) dan Alicia Vikander (‘Tomb Raider’) berjudul “Beckett” menjadi film pembuka Locarno Film Festival 2021.

Di tahun-tahun sebelumnya, film Quentin Tarantino, Kiyoshi Kurosawa, Spike Lee, Ken Loach sampai Paul Greengrass juga pernah tayang di festival yang disebut sebagai salah satu festival Eropa terpenting di musim panas.

Berikutnya, film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” akan berpartisipasi pula di program Contemporary World Cinema, Toronto International Film Festival 2021.

Di industri film Amerika, festival ini dianggap sebagai salah satu tolak ukur sebuah film untuk mendapatkan Oscar. Tahun ini festival film bergengsi tersebut akan berlangsung pada 9 sampai 18 September 2021.

“Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” sendiri merupakan kerjasama antara Indonesia, Singapura dan Jerman.

Selain itu, film ini juga mendapatkan Program Pendukungan Film Indonesia untuk Distribusi Internasional dari Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.

Program pendukungan dengan salah satu prasyaratnya adalah sudah mendapatkan film grant dari organisasi internasional, dan ditujukan untuk distribusi di sirkuit festival film internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

film indonesia Penghargaan Film

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top