Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengejutkan, Ini 4 Efek Samping Negatif Beras Merah yang Jarang Diketahui

Mengonsumsi nasi secukupnya dan mencucinya sebelum dimasak akan membatasi efek samping ini. Selain itu, manfaat beras merah lebih besar daripada efek sampingnya
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 16 Agustus 2021  |  11:38 WIB
Mengejutkan, Ini 4 Efek Samping Negatif Beras Merah yang Jarang Diketahui
Beras merah mentah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Meskipun tidak sepopuler beras putih, beras merah juga punya tempat spesial di masyarakat.

Bahkan, beras merah diklaim lebih sehat dari si beras putih. Hal itu membuat beras merah dijadikan pilihan bagi mereka yang sedang menjaga pola makan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengganti beras putih ke beras merah dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Dilansir dari eatthis, Senin (16/7/2021) RD, CEO NY Nutrition, Lisa Moskovitz mengatakan beras merah kaya akan nutrisi.

“Beras merah memberikan nutrisi yang lebih penting dibandingkan dengan nasi putih. Beras merah mengandung magnesium, zat besi, serat, vitamin b dan antioksidan,” katanya.

Meskipun beras merah bergizi, di balik manfaatnya juga ada efek negatif yang tidak Anda sadari. Berikut efek samping dari beras merah :

1 . Jejak arsenik

"Beras merah mungkin lebih tinggi dalam bahan kimia beracun yang disebut arsenik yang bisa memicu kanker, penyakit jantung dan diabetes," kata Moskovitz.

Tidak seperti tanaman pangan lainnya, beras mengakumulasi arsenik dalam konsentrasi yang sepuluh kali lebih tinggi dari biji-bijian lainnya. Sebuah studi yang membandingkan jumlah arsenik dalam beras menunjukkan bahwa beras merah memiliki lebih banyak arsenik anorganik daripada beras putih.

Menurut Melissa Mitri, MS, RD membilas beras dengan banyak air sebelum dimasak membantu mengurangi jumlah arsenik.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa metode ini lebih efektif pada nasi putih daripada nasi merah.

Meskipun Anda ingin mengonsumsi beras agar lebih sehat, ada baiknya tetap waspada saat mengonsumsi beras merah.

2. Masalah pencernaan

Karena beras merah mengandung lebih banyak serat, maka dia dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung dan diare pada mereka yang sensitif terhadap serat.

Beras merah adalah biji-bijian yang tidak dapat ditoleransi dengan baik oleh sebagian orang. Jika Anda memiliki saluran pencernaan yang sensitif, dan terutama jika Anda mengalami sembelit, nasi dapat mengikat. Oleh karena itu, ada baiknya untuk memvariasikan jenis makanannya.

3. Tubuh antinutrisi

Yang mungkin belum banyak diketahui adalah beras merah mengandung senyawa yang disebut antinutrisi. Antinutrisi dapat mengurangi penyerapan nutrisi dalam makanan tersebut.

Beras merah mengandung asam fitat yang lebih tinggi. Akibatnya, yang dapat mengikat dan mengurangi penyerapan mineral seperti seng, kalsium, dan zat besi.

4. Gula darah meningkat

Bagi mereka yang sadar akan karbohidrat atau kadar gula darah penting memperhatikan porsi makan nasi putih atau beras merah. Satu cangkir nasi merah matang memiliki jumlah karbohidrat yang hampir sama dengan satu cangkir nasi putih matang.

“Namun tidak perlu takut atau menghindari nasi, tetapi tetap disarankan untuk merotasi nasi dengan jenis biji-bijian lain," kata Moskovitz.

Mengonsumsi nasi secukupnya dan mencucinya sebelum dimasak akan membatasi efek samping ini. Selain itu, manfaat beras merah lebih besar daripada efek sampingnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Stok Beras karbohidrat
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top