Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Deddy Corbuzier, Badai Sitokin dan Cara Penanganannya

Protein sitokin merupakan reaksi tubuh untuk menghalau bakteri dan virus. Akan tetapi produksi berlebih sitokin dapat menjadi bencana bagi pemilik tubuh yang dapat membawa ke jurang kematian.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 23 Agustus 2021  |  00:15 WIB
Ilustrasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). - Antara
Ilustrasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Youtuber sekaligus publik figur Deddy Corbuzier mengumumkan bahwa dirinya baru saja melewati fase hidup mati setelah mengalami badai sitokin akibat Covid-19. 

Deddy menyebutkan dirinya cukup percaya diri ketika pertama kali terkonfirmasi positif Covid-19. Pasalnya gaya hidup sehat yang dijalaninya membuat dirinya hanya akan terkena gejala ringan.

"Dua minggu saya break semuanya karena saya harus konsentrasi pada kesehatan saya. Saya sakit.. Kritis, hampir meninggal karena badai Cytokine, lucu nya dengan keadaan sudah negatif. Yes it's covid," tulis Deddy di akun instagramnya, Minggu (22/8/2021).

Badai Cytokine atau Sitokin ini menyerang Deddy setelah dirinya dinyatakan negatif Covid-19. Kejadian yang menyebabkan 60 persen paru-parunya mengalami kerusakan. 

Lantas, apa itu badai sitokin? Badai sitokin merupakan lonjakan kadar sitokin dalam tubuh pasien Covid-19 mengakibatkan reaksi hipersensitivitas yang akhirnya mengakibatkan disfungsi organ dan kematian. 

Dilansir dari verywellhealth, secara umum badai sitokin adalah rangkaian respons imun yang berlebihan yang dapat menyebabkan masalah serius. Sistem kekebalan mengandung banyak komponen berbeda yang membantu Anda melawan infeksi. Ini mencakup berbagai jenis sel yang berkomunikasi satu sama lain melalui molekul pensinyalan. 

Dalam keadaan normal, sitokin ini membantu mengoordinasikan respons sistem kekebalan tubuh untuk menangani zat yang dapat menyebabkan infeksi, seperti virus atau bakteri. Masalahnya, terkadang respons peradangan tubuh tidak terkendali sehingga menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada kebaikan. 

Pada orang yang mengalami sindrom ini, sitokin tertentu hadir dalam darah dalam jumlah yang lebih tinggi dari biasanya. Pada penderita Covid-19, peningkatan beberapa sitokin inflamasi tampaknya terlibat dalam perkembangan sindrom gangguan pernapasan akut. 

Masalah pernapasan ini dilaporkan menjadi penyebab utama kematian pada orang yang menderita penyakit akibat infeksi virus Corona. 

Gejala Sindrom Badai Sitokin muncul dalam banyak gejala berbeda. Terkadang hanya gejala ringan seperti flu. Di lain waktu, ini bisa parah dan mengacam nyawa. Berikut gejala badai sitokin yang perlu Anda waspadai: 

  • Demam dan menggigil 
  • Kelelahan 
  • Pembengkakan pada ekstremitas 
  • Mual dan muntah 
  • Nyeri otot dan persendian 
  • Sakit kepala 
  • Ruam 
  • Batuk 
  • Sesak napas 
  • Nafas cepat 
  • Kejang 
  • Getaran 
  • Kesulitan mengoordinasikan gerakan 
  • Kebingungan dan halusinasi 
  • Kelesuan dan daya tanggap yang buruk

Pengobatan

Startup kesehatan, Alodokter merilis untuk penanganan pasien dengan badai sitokin harus dilakukan di unit perawatan intensif (ICU). Langkah yang dipertimbangkan dokter dalam penanganan badai sitokin seperti:

- Pemantauan tanda-tanda vital, yang meliputi tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan suhu tubuh, secara intensif

- Pemasangan mesin ventilator

- Pemberian cairan melalui infus

- Pemantauan kadar elektrolit

- Cuci darah (hemodialisis)

- Pemberian obat anakinra atau tocilizumab (actemra) untuk menghambat aktivitas sitokin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top