Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Instagram Ubah Fitur IGTV, Ini Alasannya

Persaingan Instagram dan Tik Tok semakin sengit. Kini Instagram kembali mengatur strategi untuk mengubah fitur IGTV.
Dinda Aulia Ramadhanty
Dinda Aulia Ramadhanty - Bisnis.com 07 Oktober 2021  |  14:47 WIB
Ilustrasi IGTV
Ilustrasi IGTV

Bisnis.com, JAKARTA - Instagram mengganti fitur IGTV menjadi Instagram  TV dan menghapus format IGTV eksklusif.

Melansir pada theverge.com, Kamis  (7/10/2021) Instagram TV yang berkapasitas 60 menit nantinya dapat ditemukan pada tab baru profil pengguna berlogo video. Saat pengguna menemukan video di Instagram, mereka dapat mengetuk dimana saja pada video untuk masuk ke mode tampilan layar penuh.  

Setelah menonton, pengguna Instagram dapat memilih untuk terus scroll menemukan lebih banyak konten video dari pembuat konten atau mengetuk tombol kembali untuk keluar.

Seorang juru bicara Instagram mengungkapkan bahwa aplikasi IGTV, yang kini disebut fitur Instagram TV, akan tetap menjadi pilihan bagi orang-orang saat mengunjungi suatu profil dengan maksud menonton video.

IGTV pertama kali diperkenalkan pada Juni 2018, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pengguna perangkat seluler yang bisa bersaing dengan Youtube, yaitu menciptakan ruang untuk menemukan dan menonton video dengan durasi yang lebih panjang.  

Tetapi realitanya format video yang lebih panjang tidak berhasil. Bahkan selang dua bulan kemudian, sebuah aplikasi bernama TikTok diluncurkan di AS.

Sejak saat itu Instagram memfokuskan kembali upayanya dalam pengembangan fitur videonya untuk menyaingi TikTok, dengan format video pendeknya bernama Reels. 

Reels diluncurkan pada Agustus 2020, dan Instagram secara agresif mendorongnya, memberi mereka tempat utama dalam navigasi aplikasi, memulai menjual iklan, dan mempostingnya ke laman berita Facebook.

Namun sebenarnya, Reels masih memiliki satu kelemahan utama yaitu tidak menawarkan cara yang konsisten bagi pembuat konten untuk mendapatkan pembayaran, seperti yang dilakukan Youtube dan TikTok.  

Oleh karena itu, Facebook berencana untuk membayar dengan total US$1 miliar kepada pembuat konten pada akhir tahun 2022. Sebagian dari uang itu telah diberikan kepada kreator Reels, tetapi ini bukan merupakan sistem khusus bagi para pembuat video untuk mendapatkan bayaran, lebih kepada untuk mendorong orang terus membuat konten menarik di Instagram.

Instagram mengharapkan dengan adanya perubahan modifikasi ini adalah pengalaman video yang lebih ramping, dengan tetap memisahkan Reels.

Bagaimanapun, modifikasi fitur video pada aplikasi Instagram masih akan membedakan video berdasarkan durasi panjangnya. 

Tetapi hal ini mirip dengan cara Youtube menangani ancaman TikTok. Pesaing TikTok yang dikenal sebagai YouTube Shorts, memiliki tombol khusus sendiri di aplikasi YouTube, sama dengan Instagram Reels.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

instagram TikTok
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top