Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berapa Banyak Vitamin D yang Diperlukan setelah Berusia 50 Tahun?

Vitamin D sangat penting untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu, perlu dipastikan asupan vitamin D yang dibutuhkan tubuh tercukupi.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 14 Oktober 2021  |  11:08 WIB
Ilustrasi vitamin D untuk kesehatan
Ilustrasi vitamin D untuk kesehatan

Bisnis.com, JAKARTA – Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak, dimana vitamin ini bisa disimpan dalam tubuh untuk waktu yang lama. 

Vitamin yang bisa didapat dari sinar matahari ini sangat penting untuk gigi dan otot Anda, karena mampu meningkatkan kekebalan tubuh hingga dapat mengurangi keparahan gejala Covid-19.

Vitamin D juga penting untuk kesehatan tulang, karena membantu tubuh Anda menyerap nutrisi seperti kalsium dan fosfat. 

Tanpa vitamin D yang cukup, Amy Goodson, MS, RD, CSSD, LD penulis The Sports Nutrition Playbook mengatakan, tubuh hanya menyerap sekitar 10 hingga 15 persen kalsium yang dikonsumsi, sehingga kedua nutrisi ini menjadi kunci untuk menjaga kepadatan mineral tulang setelah usia 50 tahun.

 

Tapi bagaimana kita tahu mendapatkan cukup vitamin D? 

Melansir Eat This, Kamis (14/10/2021), tunjangan harian yang direkomendasikan (RDA) untuk vitamin D sebenarnya tidak banyak berubah untuk mereka yang berusia di atas 50 tahun.

“Sementara banyak dokter dan profesional kesehatan merekomendasikan lebih banyak vitamin D, RDA saat ini menjaga kebutuhan vitamin D pada 600 IU (15 mikrogram) untuk mereka yang berusia di atas 50 tahun, yang merupakan jumlah yang sama untuk orang dewasa berusia 19 hingga 50 tahun,” kata Goodson.

Sementara untuk melihat pergeseran RDA untuk mereka yang berusia di atas 70 tahun, yaitu ketika berubah dari 600 IU (15 mikrogram) menjadi 800 IU (20 mikrogram) vitamin D. 

Selain itu, Goodson mengatakan bahwa ada beberapa situasi umum yang harus diwaspadai saat Anda mungkin membutuhkan lebih banyak vitamin D, seperti:

- Jika Anda tidak mengonsumsi makanan kaya vitamin D seperti susu sapi, salmon dan ikan berlemak lainnya

- Jika Anda atau anggota keluarga memiliki riwayat osteopenia atau osteoporosis

- Jika Anda tinggal di lokasi dimana waktu-waktu tertentu dalam setahun tidak mendapatkan cukup sinar matahari

- Jika Anda tidak banyak keluar

Apabila salah satu dari kondisi tersebut terjadi pada Anda, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan lebih banyak vitamin D.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vitamin d
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top