Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Perut Kadang Kembung Setelah Makan Makanan Berserat

Studi yang menghabiskan waktu selama 10 minggu ini memiliki satu kelompok yang meningkatkan asupan serat mereka, dari 20 menjadi 40 gram per hari. Sedangkan, kelompok lain menambahkan enam porsi makanan fermentasi ke dalam makanan mereka per harinya, seperti kimchi, asinan kubis dan sebagainya.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 08 November 2021  |  14:26 WIB
Alasan Perut Kadang Kembung Setelah Makan Makanan Berserat
Ilustrasi perut kembung - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Serat dikenal sangat baik bagi kesehatan tubuh, mulai dari mencegah konstipasi, menjaga daya tahan tubuh hingga menjaga kadar gula darah normal. Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan serat dalam jumlah yang cukup.
 
Sayangnya, beberapa orang mungkin mengalami sakit perut atau kembung saat mengonsumsi serat. Menurut Simon Hill, seorang ahli gizi dan fisioterapis , ini mungkin ada hubungannya dengan mikrobioma usus Anda.
 
Hill merujuk pada studi Stanford baru-baru ini yang membandingkan diet yang meningkatkan serat versus diet yang menambahkan makanan fermentasi.
 
Melansir Mind Body Green, Senin (8/11/2021), studi yang menghabiskan waktu selama 10 minggu ini memiliki satu kelompok yang meningkatkan asupan serat mereka, dari 20 menjadi 40 gram per hari. Sedangkan, kelompok lain menambahkan enam porsi makanan fermentasi ke dalam makanan mereka per harinya, seperti kimchi, asinan kubis dan sebagainya.
 
Para peneliti kemudian mengukur sejumlah penanda untuk menemukan bagaimana kedua diet ini memengaruhi peradangan, yang dapat menyebabkan kembung dan ketidaknyamanan. Mereka menemukan beberapa hal yang tidak biasa dalam penelitian ini.
 
Kelompok makanan fermentasi secara keseluruhan, melihat peningkatan keragaman dalam mikrobioma mereka dan mereka mengalami pengurangan dramatis dalam penanda inflamasi. Sementara itu, pada kelompok serat, hasilnya tidak meyakinkan. Beberapa orang melihat penurunan penanda inflamasi tersebut, tetapi yang lain melihat peningkatan yang mencolok. Ini karena semua tergantung pada kesehatan mikrobioma usus mereka.
 
“Individu yang memiliki keragaman mikrobioma yang sangat rendah menyebabkan usus menjadi lemah, dan itu dapat meningkatkan peradangan,” kata Hill. Sementara, dia menambahkan, mereka yang memiliki ekosistem mikrobioma yang sangat beragam dan dilengkapi dengan baik, melakukan tugasnya dengan cukup baik dan membantu menurunkan peradangan.
 
Menambahkan serat ke dalam makanan Anda sangat penting. Namun, jika Anda merasakan sakit perut atau kembung saat mengonsumsi serat, Hill menyarankan untuk mencoba meningkatkan keragaman mikroba di usus terlebih dahulu. Misalnya, dengan mengonsumsi makanan fermentasi sebelum Anda memutuskan untuk ‘lebih banyak’ mengonsumsi serat. Ini akan membantu Anda mengurangi sakit perut atau kembung saat mengonsumsi serat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan berserat perut buncit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top