Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Balita Terus Diberi Makan Pedas oleh Orang Tua agar Terbiasa, Amankah Bagi Kesehatan Anak?

Begini efek yang akan terjadi jika anak di bawah 2 tahun terus diberikan makanan pedas.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 09 November 2021  |  20:21 WIB
Viral Balita Terus Diberi Makan Pedas oleh Orang Tua agar Terbiasa, Amankah Bagi Kesehatan Anak?
Ilustrasi makanan pedas - realfood.tesco.co
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Aksi seorang ibu-ibu memberikan makanan pedas kepada anaknya, viral di media sosial TikTok.

Dalam video tersebut, sang ibu terus menyuapi anaknya dengan nasi yang bercita rasa pedas.

Meski nasi tersebut pedas, sang anak terlihat mau disuapi sang ibu dengan makanan pedas. Balita tersebut bahkan tak menolak dan menangis.

Video tersebut menjadi viral di media sosial lantaran keterangan video sang ibu mendapat reaksi beragam dari warganet.

Dari keterangan video, sang ibu sengaja memberikan makanan pedas untuk bayinya karena ingin melatihnya bisa makan makanan pedas.

Sang ibu mengaku tindakannya tersebut dilakukan karena anak pertamanya yang sampai umur 2,5 tahun masih belum bisa makan makanan pedas.

Tak ingin anak keduanya berakhir sama, sang ibu kemudian melatih sang anak bisa mengantap makanan pedas.

"Saya mengklarifikasi mengajarkan bayi makan cabe supaya besarnya sanggup makan cabe. Sebab kakaknya udah 2 1/2 belum sanggup makan cabe, adeknya sudah mulai bisa," tulis ibu itu di kolom caption.

Alasan sang ibu memberikan makanan pedas untuk bayinya itu pun menuai kecaman dari netizen. Banyak netizen yang menyayangkan keadaan perut sang balita yang bisa berpotensi maag dan diare.

Mereka juga menyoroti keadaan tiap anak yang berbeda, yang bisa atau tidak bisa makan makanan pedas.

Namun amankah memberikan makanan pedas kepada balita terus-menerus?

Melansir dari keterangan World Health Organizaton (WHO), pemberian makanan pedas kepada anak di atas 1 tahun sudah boleh dilakukan.

Memberikan makanan pedas untuk melatih sang anak pun tidak bisa sepenuhnya disalahkan.

Pasalnya jika makanan pedas tersebut diberikan dalam jumlah yang cukup dan berlebihan, maka tak akan menjadi masalah yang serius.

Hal tersebut dilihat dari kandungan gizi makanan pedas yang bisa menjadi sumber nutrisi karena kandungan vitamin C-nya yang banyak.

Namun sebaliknya, pemberian makanan pedas dalam jumlah yang banyak dan terus-menerus memungkinkan munculnya penyakit lambung.

Jumlah makanan pedas yang dikonsumsi secara berlebihan oleh balita bisa menyebabkan penyakit perut serius seperti diare, mual dan muntah, serta naiknya asam lambung.

Hal tersebut mungkin bisa terjadi karena sistem pencernaan mereka yang belum 'matang'.

Jika orang dewasa saja bisa sakit perut ketika makan makanan pedas secara berlebihan, balita pun pasti akan merasakannya juga.

Selain itu, masalah serius juga akan muncul pada indra pengecapan balita karena terlalu seringnya merasakan makanan pedas.

Dilansir dari Molecular Cell Research, sensitivitas indra perasa pada lidah bisa hilang jika dipaksakan memakan makanan pedas secara terus-menerus.

Kandungan capcaisin yang cukup banyak dalam saus sambal bisa mematikan sel pengecap pada lidah.

Untuk menghindari efek negatif di atas, balita berusia di bawah 2 tahun sebaiknya hanya mengonsumsi makanan dengan rasa pedas yang berasal dari paprika atau rempah aromatik ringan seperti kayu manis dan pala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan Anak Balita TikTok
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top