Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Piprim Basarah Resmi Jabat Ketua Umum IDAI 2021-2024

Piprim Basarah Yanuarso resmi menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI periode 2021-2024.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 20 November 2021  |  15:50 WIB
Piprim Basarah Resmi Jabat Ketua Umum IDAI 2021-2024
Kepala BPOM Penny Lukito dan Ketua Umum IDAI Dr Piprim Basarah Yanuarso memberi keterangan perihal persetujuan penggunaan vaksin Sinovac untuk anak, Senin (1/11/2021). - Instagram @dr.piprim\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengumumkan secara resmi pelantikan Ketua Umum Pengurus Pusatnya, dr Piprim Basarah Yanuarso SpA(K) untuk periode 2021-2024.

Dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (20/11/2021), Piprim mengatakan, Indonesia sedang menuju sustainable development goal (SDG) dan Indonesia Emas 2045 khususnya kesehatan yang baik dan kesejahteraan.

Hal tersebut selaras dengan tujuan IDAI untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, seraya mengembangkan Ilmu Kesehatan Anak serta menyejahterakan anggotanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap IDAI mendukung Program Nasional Kementerian Kesehatan sesuai dengan visi misi Presiden RI di bidang kesehatan yaitu di antaranya penurunan angka kematian bayi dan balita (AKB), pencegahan stunting, peningkatan pengendalian penyakit baik menular maupun tidak menular serta penguatan jaminan kesehatan untuk penanganan pandemi, penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), serta peningkatan sistem kesehatan nasional.

Profesor Dr. dr. Aman Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI (Hon.), irektur Eksekutif Asosiasi Dokter Anak Internasional periode 2021-2023, dan Presiden Asosiasi Dokter Anak se-Asia Pasifik, menggarisbawahi, bahwa anak-anak mengalami dampak yang berat selama pandemi, terutama yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan.

“Kita tentu tidak menginginkan hal ini terjadi lagi. Kita perlu berubah bersama, berbenah, dan mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi,” katanya.

Selain itu, ada masalah kesenjangan akses pelayanan kesehatan di tiap wilayah di Indonesia yang akhirnya mempengaruhi angka kematian balita.

“Kita harus mencegah terjadinya pandemi yang lain. Hal ini akan bisa dicapai dengan kerja sama yang baik antar semua pihak, karena masalah kesehatan di Indonesia terutama yang terkait dengan anak merupakan masalah multifaktorial yang perlu melibatkan aspek medis, sosial, ekonomi, politik, dan emosional untuk mengatasinya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkes IDAI
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top