Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terapi Cahaya Merah dapat Meningkatkan Penglihatan yang Menurun Akibat Usia

Mitokondria yang rusak dapat menyebabkan penurunan penglihatan seiring bertambahnya usia dan telah terlibat dalam beberapa penyebab kebutaan.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 25 November 2021  |  16:58 WIB
Kornea mata - lasikblog.net
Kornea mata - lasikblog.net

Bisnis.com, JAKARTA – Sekelompok peneliti melakukan pengobatan eksperimental yang tidak biasa untuk pengelihatan yang mulai memudar, dengan melibatkan penyinaran cahaya merah ke mata selama beberapa menit untuk meningkatkan aktivitas mitokondria, struktur mikroskopis yang memberikan energi di dalam sel.

Mitokondria yang rusak dapat menyebabkan penurunan penglihatan seiring bertambahnya usia dan berkontribusi dalam beberapa penyebab kebutaan.

Dalam tes kecil pertama yang melibatkan 24 orang, satu paparan cahaya singkat sedikit meningkatkan kinerja orang dalam tes penglihatan warna selama beberapa hari.

Sebelumnya, melansir NewScientist, Kamis (25/11/2021), cahaya merah tua dan cahaya inframerah-dekat telah terbukti meningkatkan fungsi mitokondria dalam berbagai eksperimen berbasis sel dan hewan. Panjang gelombang ini tampaknya bekerja dengan meningkatkan kinerja struktur molekul kunci dalam mitokondria, yang disebut pompa ATP sintase.

Pompa ATP sintase ini memproduksi molekul yang disebut ATP, yang digunakan sel untuk energi, dengan berputar di dalam lingkungan berair mitokondria.

Cahaya merah tua memiliki panjang gelombang yang tepat, pada 670 nanometer, untuk diserap oleh molekul air, yang memberi mereka lebih banyak energi.

Ini membuat air di sekitar setiap pompa menjadi kurang kental, membuat struktur berputar lebih cepat, seperti saat Anda memanaskan selai agar lebih mudah diaduk.

Glen Jeffery dari University College London mengatakan, meskipun membuat sel lebih hemat energi dan dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, kelompoknya telah menyelidiki sel-sel retina, sepetak jaringan peka cahaya di bagian belakang mata, karena mereka dikemas dengan lebih banyak mitokondria daripada sel lain di tubuh.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan pada lalat, menunjukkan bahwa mitokondria membuat sebagian besar ATP di pagi hari. Jadi kelompok Jeffery melakukan uji coba paparan cahaya merah pada orang berusia 37 hingga 70 tahun, membandingkan pengobatan di pagi hari dengan yang diberikan di sore hari, sebagai kelompok kontrol.

Cahaya merah tua yang lemah menyinari mata para peserta selama 3 menit. Tiga jam kemudian, penglihatan warna mereka diuji dengan meminta mereka untuk mencoba mendeteksi huruf yang ditampilkan pada latar belakang berwarna serupa.

Tim fokus pada penglihatan warna karena sel-sel di retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan hitam dan putih cenderung mati seiring bertambahnya usia.

Ketika orang menerima satu perawatan, antara jam 8 pagi dan jam 9 pagi, kinerja mereka pada tes kontras warna meningkat 12 hingga 17 persen, dibandingkan dengan sebelum perawatan. Sepuluh anggota kelompok juga diuji satu minggu kemudian dan hasilnya masih lebih baik hingga 10 persen. Namun tidak ada perubahan yang signifikan jika perawatan dilakukan pada sore hari.

“Beberapa orang mengatakan bahwa mereka tidak melihat adanya peningkatan dalam penglihatan mereka, meskipun melakukan tes dengan lebih baik,” kata Jeffery.

Louise Gow dari badan amal Inggris, Royal National Institute of Blind People mengatakan temuan ini menarik, tetapi penelitian yang lebih besar diperlukan untuk melihat apakah pendekatan tersebut dapat membawa manfaat nyata bagi penglihatan orang.

Menurutnya, sebuah penelitian yang lebih besar akan membuktikan jenis pengobatan inovatif ini.

Kelompok lain telah menemukan bahwa pengobatan cahaya merah dapat bermanfaat bagi orang-orang dengan penyebab umum kebutaan yang disebut degenerasi makula terkait usia dan penglihatan yang memburuk yang disebabkan oleh diabetes.

“Perawatan ini dapat membantu dalam berbagai kondisi karena meningkatkan mitokondria dan menyalakan semua sistem dalam sel yang membuat sel bekerja lebih baik”, kata Janis Eells dari University of Wisconsin-Milwaukee.

Kelompok Jeffery juga menemukan bahwa penyinaran cahaya merah dapat melindungi lebah yang terpapar insektisida neonicotinoid, yang merusak mitokondria. Oleh karena itu, mereka mengusulkan agar peternak lebah meletakkan lampu di sarang mereka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mata katarak
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top