Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bunda Wajib Tahu, Mitos-mitos Seputar Parenting

Karena belum memiliki pengalaman dalam hal merawat si kecil, beberapa ibu baru mungkin akan memilih mengikuti saran dari orang-orang di sekitarnya. Dan biasanya, saran-saran tersebut juga berdasarkan pengalaman turun-temurun.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 26 November 2021  |  17:09 WIB
Bunda Wajib Tahu, Mitos-mitos Seputar Parenting
Kampanye tentang anak
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Merawat dan mengikuti tumbuh kembang si kecil adalah pengalaman yang seru dan menyenangkan. Namun bagi ibu baru, merawat si kecil mungkin bisa menjadi tantangan tersendiri.

Karena belum memiliki pengalaman dalam hal merawat si kecil, beberapa ibu baru mungkin akan memilih mengikuti saran dari orang-orang di sekitarnya. Dan biasanya, saran-saran tersebut juga berdasarkan pengalaman turun-temurun.

Misalnya, ada larangan anak tidak boleh menggunakan tangan kirinya untuk melakukan beberapa kegiatan seperti makan, atau memberikan sesuatu kepada orang lain karena dianggap tidak sopan. Kemudian, penggunaan baby walker yang dipercaya dapat membantu anak belajar berjalan, dan masih banyak saran-saran lainnya.

Tetapi apakah saran-saran tersebut benar adanya?

1. Melarang anak menggunakan tangan kiri

Founder & CEO Tentang Anak, sekaligus dokter spesialis anak dr Mesty Ariotedjo menyebutkan bahwa sebenarnya, anak yang belum berusia dua tahun sebisa mungkin tidak dilarang untuk menggunakan kedua tangannya, baik itu tangan kiri atau tangan kanan.

“Karena memang otaknya berkembang sangat pesat (pada usia itu) dan dia butuh keseimbangan otak kiri dan otak kanan, dan memang harus distimulasi terus,” kata Mesty dalam konferensi pers virtual “Tentang Anak, 1st Anniversary” yang diadakan secara virtual pada Jumat (26/11/2021).

Jadi, jika Anda menahan si kecil untuk menggunakan tangan kirinya,perkembangan otak kanannya mungkin akan terhambat.

2. Penggunaan baby walker

Biasanya, baby walker dipilih para orang tua dengan alasan untuk melatih otot kaki si kecil sehingga membantu mereka belajar berjalan, bergerak dan membantu orang tua melakukan pekerjaan lain sementara anak bermain sendiri.

“Banyak orang tua yang bilang, ‘kita pakai ini pas orang tuanya ngawasin’. Justru kecelakaan itu paling sering terjadi saat orang tuanya sedang mengawasi, entah dia bengong atau melakukan hal lain,” ungkap Mesty.

Di sisi lain, penggunaan baby walker sebenarnya sudah tidak direkomendasikan di seluruh dunia karena banyak menyebabkan kecelakaan. Selain berbahaya, Mesty menambahkan penggunaan baby walker dapat menyebabkan fungsi kaki bayi tidak natural dan pada akhirnya menjinjit, dan posisi kakinya mungkin tidak seoptimal mereka yang tidak menggunakan baby walker.

“Walaupun tidak semua anak mengalami itu ya,” katanya.

3. Melarang anak memasukkan tangan ke mulut

Anak di bawah dua tahun sedang dalam fase oral. Mereka mencari kenyamanan dari memasukkan tangan ke mulutnya dan itu tidak perlu dilarang.

“Yang perlu Anda lakukan adalah mengobservasi dan memahami kebutuhan anak yang mungkin tidak terpenuhi dan apa yang membuat si kecil saat itu tidak nyaman. Inilah yang perlu diatasi,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitosm parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top