Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebih dari 30 Ribu Orang Indonesia Mengidap Kanker Paru

Kanker paru masih terus menjadi tantangan, baik dalam ranah klinis maupun riset. Dikembangkannya imunoterapi kanker, sebuah pilihan penanganan baru, bersama dengan penanganan lain yang sudah ada, memberikan harapan bagi pasien dan keluarganya.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 20 Desember 2021  |  20:48 WIB
Ilustrasi kanker paru - Istimewa
Ilustrasi kanker paru - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kanker paru adalah jenis kanker yang paling umum di dunia. Setiap tahunnya, ada lebih banyak kasus kematian karena kanker paru, dibandingkan dengan jumlah kematian total yang disebabkan oleh kanker payudara, usus besar dan prostat.

Berdasarkan data Global Burden of Cancer Study 2020, 34.783 orang di Indonesia didiagnosis dengan kanker paru, dengan angka kematian 30.483. Angka ini dapat meningkat 43 persen dan mencapai 43.900 kasus kematian pada tahun 2030 jika tidak ada peningkatan diagnosis dan penatalaksanaan kanker paru.

Setelah didiagnosis, angka kesintasan lima tahun pada pasien kanker paru termasuk rendah, yakni kurang dari 20 persen berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini sebagian besar disebabkan oleh ketiadaan penapisan dan fakta bahwa dua per tiga dari pasien baru berkonsultasi ke dokter dengan kondisi lokal ganas atau sudah bermetastasis, sehingga kondisinya sudah tidak dapat disembuhkan sebelum terdiagnosis.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Evlina Suzanna mengatakan, deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan hasil penatalaksanaan kanker paru. Menurutnya, proses ini tidak dapat dipisahkan dari kualitas diagnosis yang komprehensif, dan pemeriksaan oleh tenaga medis profesional.

"Dengan diperkenalkannya pengobatan presisi yang menargetkan tumor ALK dan EGFR positif pada kanker paru, ada harapan untuk bisa melihat perbaikan pada kesintasan pasien tanpa ada perburukan pada kankernya sendiri," kata Evlina dalam wicara virtual bertajuk "Lung Cancer Diagnostic & Comprehensive Treatment Care in Indonesia (LIVE)", mengutip siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (20/12/2021).

Kanker paru masih terus menjadi tantangan, baik dalam ranah klinis maupun riset. Dikembangkannya imunoterapi kanker, sebuah pilihan penanganan baru, bersama dengan penanganan lain yang sudah ada, memberikan harapan bagi pasien dan keluarganya.

"Lung Cancer Diagnostic & Comprehensive Treatment Care in Indonesia (LIVE)" merupakan langkah pertama dari upaya kolaboratif baru untuk mengubah arah perkembangan kanker paru dan membuat perubahan yang mendasar pada kehidupan banyak orang di Indonesia.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Abdul Kadir menyoroti upaya pemerintah untuk meningkatkan kontrol dan manajemen kanker secara nasional.

"Tujuan utama kami adalah memastikan bahwa semua penduduk mendapat pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia, termasuk penanganan kanker paru," kata Abdul.

Dia juga menekankan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan juga berperan penting dalam proses ini.

"Melakukan sesuatu bersama-sama, yang tidak bisa dilakukan sendiri, adalah strategi baru kami. Karena itu, kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan olerh POI dan Roche Indonesia," ungkapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit kanker paru
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top