Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Studi : Makanan Anda Pengaruhi Tingkat Keparahan Gejala Covid-19 Jika Terinfeksi

Para ilmuwan mencoba memahami mengapa Covid19 memiliki gejala ringan di beberapa dan gejala yang jauh lebih parah pada orang lain.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 Januari 2022  |  09:25 WIB
Ilustrasi makanan yang membuat kulit sehat dan glowing - Freepik
Ilustrasi makanan yang membuat kulit sehat dan glowing - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Kaitan antara pola makan dan Covid-19 kini diterima secara luas berdasarkan bukti ilmiah.

Sebelumnya, obesitas telah diidentifikasi oleh CDC sebagai faktor risiko kuat untuk penyakit COVID-19 yang parah.

Namun, para ilmuwan mencoba memahami mengapa Covid19 memiliki gejala ringan di beberapa dan gejala yang jauh lebih parah pada orang lain.

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Centro Universitario de la Costa, Departemen Ilmu Kedokteran, Universidad de Guadalajara, Puerto Vallarta, Meksiko, mengeksplorasi hubungan antara keparahan gejala COVID-19 dan kebiasaan asupan makanan pada pasien dewasa.

Penelitian dilakukan terhadap 236 pasien suspek COVID-19, di mana 103 orang positif terinfeksi SARS-CoV2. Kuesioner frekuensi makanan kebiasaan dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang asupan makanan orang dewasa selama 3  bulan sebelum tes Covid19 mereka.

Studi tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang positif Covid-19, dengan peningkatan asupan kelompok makanan kacang-kacangan, biji-bijian, roti & sereal, menunjukkan penurunan keparahan gejala secara keseluruhan.

“Studi ini menunjukkan pentingnya kepedulian terhadap manajemen pola makan di masa Covid-19. Pentingnya manajemen diet untuk penyakit apa pun sudah diketahui oleh komunitas ilmiah. Jadi tidak mengherankan jika mengonsumsi kelompok makanan tertentu menunjukkan manfaat bagi pasien rawat jalan,” kata Profesor Elihud Salazar-Robles yang merupakan penulis utama makalah tersebut," ujarnya dilansir dari scitechdaily.

Dia menegaskan studi ini baru permulaan dan ukuran sampelnya relatif kecil. Namun, bahkan penelitian semacam itu menunjukkan betapa pentingnya pengaruh diet.

Studi ini tidak meniadakan perhatian penting untuk vaksinasi. Tapi, menunjukkan bagaimana manajemen diet dapat membantu vaksinasi untuk mengurangi beban Covid19.

"Hasil penelitian kami memberikan dasar untuk mempertimbangkan diet untuk kontak dekat dengan pasien Covid19 dan dapat dipromosikan untuk eksplorasi lebih lanjut, ”lanjut Dr. Claudia Lerma penulis makalah ini," tambahnya.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal BMJ Nutrition Prevention & Health dengan judul “Asosiasi antara keparahan gejala COVID-19 dan kebiasaan asupan makanan pada pasien rawat jalan dewasa” dan ditulis bersama oleh Elihud Salazar-Robles, Kourosh Kalantar-Zadeh, Humberto Badillo, Martín Calderón-Juárez, Cesar Alberto García-Bárcenas, Pedro Daniel Ledesma-Pérez, Abel Lerma dan Claudia Lerma pada November 2021.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pola makan Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top