Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Diminati, Layangan Putus Trending Nomor Satu di 15 Negara

Cetak rekor menjadi paling banyak ditonton dalam sehari, serial Layangan Putus juga menjadi trending topik di 25 negara.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 12 Januari 2022  |  13:28 WIB
Banyak Diminati, Layangan Putus Trending Nomor Satu di 15 Negara
Serial Layangan Putus - wetv.
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Serial Layangan Putus baru-baru ini mencetak rekor terbaru.

Selama berminggu-minggu, serial garapan WeTV tersebut menduduki posisi top trending karena telah ditonton selama lebih dari 15 juta kali dalam satu hari penayangannya.

Layangan Putus pun berhasil masuk ke jajaran trending di 25 negara.

Bahkan, serial yang dimainkan oleh Reza Rahardian dan Putri Marino ini menjadi nomor satu serial yang tengah trending di 15 negara.

Beberapa negara yang tersebut yakni Amerika, Malaysia, Inggris, Belanda, Singapura, Hong Kong, Australia, Jepang, Jerman, Prancis hingga Turki.

Beberapa minggu ini, Layangan Putus menjadi serial yang paling banyak dibicarakan oleh publik.

Tagar dan percakapan tentang Layangan Putuspun terus masuk ke dalam daftar trending topik di berbagai media sosial.

Layangan Putus diangkat dari sebuah curhatan yang viral di media sosial Facebook pada 2019.

Curhatan yang diunggah oleh Mommy ASF tersebut sempat mengguncang media sosial karena kisahnya yang menyentuh.

Kini, kisah tersebut dibuat menjadi serial televisi oleh WeTV dan mulai tayang pada 26 November 2021 dengan total 10 episode.

Layangan Putus menghadirkan kisah rumah tangga yang berantakan antara Kinan (Putri Marino) dan Aris (Reza Rahardian).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WeTV layangan putus
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top