Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketahui 6 Gejala Diabetes Melitus pada Anak, Seperti yang Diderita Mathhew White

Aktor cilik Matthew White meninggal karena diabetes melitus, kok bisa anak kecil terkena DM? Berikut gejala-gejala yang harus diwaspadai.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  12:51 WIB
Diabetes pada anak - istimewa
Diabetes pada anak - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Aktor cilik pemeran Hendrick, Matthew White meninggal dunia pada Minggu (23/1) akibat penyakit diabetes yang sudah dideritanya sejak lama.

Diabetes melitus (DM) yang juga dikenal dengan kencing manis merupakan gangguan metabolisme tubuh, dimana tubuh tidak dapat mengubah gula atau glukosa menjadi sumber energi. Akibatnya, kadar gula darah dalam tubuh menjadi tinggi, dan jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang.

Diabetes yang seringkali identik dengan orang dewasa, pada kenyataannya juga dapat terjadi pada anak-anak. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), angka kejadian DM pada anak usia 0-18 tahun mengalami peningkatan sebesar 700 persen selama jangka waktu 10 tahun.

Melihat fakta bahwa penyakit ini dapat terjadi kepada anak-anak, ada baiknya untuk mulai waspada, terutama pada gejala-gejala berikut, seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Selasa (25/1/2022).

1. Terlalu banyak makan

Jika Anda melihat anak sering makan terus menerus, bisa jadi ini merupakan gejala dari DM. Anak dengan DM akan terus menerus merasakan lapar, meski baru saja selesai makan. Rasa lapar ini terjadi akibat jumlah insulin yang tidak memadai, sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi.

2. Terlalu banyak minum

Selain makan terus menerus, anak juga akan terus merasa haus karena tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin sehingga tubuh mengalami dehidrasi.

3. Sering buang air kecil dan mengompol

Terlalu banyak minum yang disebabkan oleh rasa haus terus menerus tidak diimbangi dengan kemampuan tubuh untuk menyerap cairan dengan baik. Akibatnya, anak dengan DM akan lebih sering buang air kecil pada frekuensi normal, terutama di malam hari.

4. Berat badan menurun drastis dalam 2 hingga 6 minggu

Biasanya, anak akan mengalami pertambahan berat badan jika terlalu banyak makan. Namun pada anak dengan DM, tubuhnya tidak bertambah gemuk namun cenderung kehilangan berat badan dalam jumlah yang cukup signifikan. Ini terjadi karena ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah dalam tubuh sehingga menyebabkan jaringan otot dan lemak menyusut.

5. Kelelahan dan mudah marah

Tubuh yang tidak mampu menyerap gula dari makanan, akan membuat anak kekurangan energi sehingga mudah merasa lelah. Tidak hanya itu, anak juga akan mengalami gangguan perilaku dan perubahan emosi seperti menjadi cepat marah dan murung.

6. Tanda lainnya

Tanda kedaruratan lain yang perlu Anda waspadai antara lain sesak napas, dehidrasi, syok dan napas berbau keton.

Jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Selain itu, karena DM tipe 2 dapat dipengaruhi oleh obesitas, mulailah melakukan pencegahan dengan menerapkan gaya hidup sehat pada anak seperti mempertahankan berat badan yang ideal, perbanyak konsumsi buah dan sayur, mengurangi minum minuman manis dan bersoda, aktif berolahraga dan membatasi waktu penggunaan gawai.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak diabetes
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top