Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anak-Anak Juga Bisa Alami Gangguan Organ Reproduksi, Ini Gejalanya

Triskawati menyebut banyak orang yang menganggap anak-anak perempuan tidak akan mengalami gangguan pada organ reproduksinya. Terlebih mereka tidak melakukan aktivitas seksual seperti halnya yang dilakukan oleh perempuan dewasa.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 16 Februari 2022  |  19:58 WIB
Menstruasi - boldsky.com
Menstruasi - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Gangguan pada organ reproduksi perempuan ternyata tidak hanya dialami oleh perempuan usia remaja atau dewasa. Mereka yang usianya masih sangat belia atau anak-anak juga bisa mengalaminya dengan gejala bermacam-macam.

Menurut Dokter Spesialis Kandungan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Jakarta, dr. Triskawati Indang Dewi, Sp.OG(K) Onk, anak-anak perempuan juga bisa mengalami gangguan pada organ reproduksinya. Gejalanya bermacam-macam dan tak jauh berbeda dengan yang dialami oleh perempuan remaja atau dewasa, mulai dari keputihan hingga munculnya kista, myom, atau bahkan tumor.

"Organ reproduksi perempuan ini gangguannya sepanjang usia, termasuk usia anak-anak. Perlu diwaspadai jika anak-anak suka garuk-garuk di bagian kemaluannya atau celana dalamnya ditemukan cairan seperti yang ditemukan pada orang dewasa keputihan," katanya dalam sebuah diskusi virtual baru-baru ini.

Triskawati menyebut banyak orang yang menganggap anak-anak perempuan tidak akan mengalami gangguan pada organ reproduksinya. Terlebih mereka tidak melakukan aktivitas seksual seperti halnya yang dilakukan oleh perempuan dewasa.

Sebab, pada dasarnya gangguan pada organ reproduksi seksual tidak hanya diakibatkan oleh aktivitas seksual yang tidak semestinya. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang perempuan mengalami gangguan pada organ reproduksinya, termasuk diantaranya adalah faktor genetik dan lingkungan tidak bersih.

"Ada yang potensinya [terkenanya] lebih tinggi pada suku bangsa tertentu. Seperti kanker serviks pada ras berkulit hitam misalnya. Lingkungan luar juga bisa berpengaruh. Karena penyebab dari gangguan ini bisa bakteri, virus, atau parasit yang biasanya menimbulkan gejala atau perubahan kasat mata," tuturnya.

Khusus untuk keputihan yang biasanya ditandai dengan munculnya cairan atau lendir pada organ intim perempuan, Triskawati menyebut ada perbedaan wujud cairan pada masing-masing individu. Demikian halnya dengan gejala atau sensasi yang dirasakan saat cairan tersebut keluar dari organ intim.

"Warnanya spesifik, ada yang keabu-abuan, kuning kehijauan, ada yang pekat, ada juga yang encer. Sensasinya juga bermacam-macam, ada yang gatal, menimbulkan sensasi panas terbakar, bau kurang sedap, vagina selalu basah," ungkapnya.

Kemudian untuk kista, myom, atau tumor, menurut Triskawati dapat diantisipasi sejak dini lewat pemeriksaan ke dokter kandungan. Pemeriksaan ini menjadi sangat penting lantaran gangguan pada organ reproduksi perempuan kemungkinan bermuara pada kanker serviks atau mulut rahim.

"Jika Anda mengalami gangguan atau keluhan terkait sistem reproduksi, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk wanita guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak reproduksi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top