Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kalah Lawan Omicron, Suntikan Vaksin Pfizer untuk Anak di Bawah 5 Tahun Ditunda

AS menunda peninjauan vaksin Covid-19 Pfizer untuk anak di bawah 5 tahun lantaran regimen dua dosisnya tidak ampuh melawan varian Omicron,
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Februari 2022  |  16:50 WIB
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech - BBC
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech - BBC

Bisnis.com, JAKARTA - Regulator kesehatan di Amerika Serikat (AS) menunda peninjauan vaksin Covid-19 Pfizer untuk anak di bawah 5 tahun lantaran regimen dua dosisnya tidak ampuh melawan varian Omicron, demikian laporan Wall Street Journal (WSJ) pada Jumat (18/2/2022).

Pekan lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan, pihaknya memerlukan lebih banyak data tentang vaksin tersebut, sehingga mereka memutuskan untuk menunda penggunaan vaksin pada anak usia 6 bulan -- 4 tahun, setidaknya selama dua bulan.

Gambaran awal pada data menunjukkan vaksin tersebut ampuh melawan varian Delta selama pengujian, selagi Delta menjadi varian dominan.

Namun sejumlah anak yang sudah divaksin menderita Covid-19 begitu Omicron muncul, bunyi laporan tersebut, mengutip orang-orang yang mengetahui keputusan FDA.

Sejak keseluruhan kasus Covid-19 mereda, sejumlah kecil kasus Omicron membuat vaksin tampaknya kurang ampuh dalam analisis statistik awal, demikian laporan tersebut.

FDA tidak menanggapi Reuters untuk dimintai komentar.

Pfizer dan BioNTech telah mengajukan data tentang dua dosis pertama dari rencana regimen tiga dosis awal Februari ini atas permintaan FDA. Pihak Pfizer tidak mengungkapkan data tentang efikasi.

Pengajuan itu mengejutkan, sebab pada Desember 2021 kedua perusahaan mengatakan hasil uji coba awal dari vaksin dua dosis rendah tidak seperti yang dibayangkan dan uji klinis beralih untuk menguji versi tiga dosis.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pfizer Vaksin Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top