Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kondisi Psikis yang Sebabkan Kebiasan Merusak Tubuh

Body Focus repetitive behaviors (BFRBs) singkatnya ini adalah sebuah kondisi yang ditandai adanya dorongan intens untuk mengigit, mengaruk, dan mencabut bagian tubuh sendiri, biasanya berupa kuku, kulit, mulut, dan rambut secara berulang yang mengakibatkan luka pada tubuh.
Robby Fathan
Robby Fathan - Bisnis.com 21 Maret 2022  |  18:46 WIB
Menggigit kuku - ilustrasi
Menggigit kuku - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kebiasaan mengigit kuku, mengelupasi kulit bibir, mencabut rambut atau menggaruk kulit yang sulit dikontrol bisa jadi disebabkan oleh kondisi psikis.

Dilansir dari akun twitter milik psikolog klinik Disya Arinda dengan akun @disyarinda, membuat thread tentang bahaya dan penyebab kebiasaan yang merusak tubuh.

Body Focus repetitive behaviors (BFRBs) singkatnya ini adalah sebuah kondisi yang ditandai adanya dorongan intens untuk mengigit, mengaruk, dan mencabut bagian tubuh sendiri, biasanya berupa kuku, kulit, mulut, dan rambut secara berulang yang mengakibatkan luka pada tubuh.

Lalu, apa penyebabnya?

Sejauh ini masih belum ada riset tentang BFRBs ini, jadi masih belum jelas pasti penyebabnya apa, tetapi faktor-faktor risikonya di antara lain adalah faktor keturunan dan faktor psikologis, pada buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) belum ada diagnosis khusus, hanya saja ini masuk ke dalam kelompok gangguan yang berkaitan dengan obsessive-compulsive disorder (OCD). Meski demikian, BFRBs dan OCD sebetulnya berbeda, sering kali BFRBs juga seringkali berbeda dengan self-harm.

Meski BFRBs dengan OCD berbeda, bukan tidak mungkin seseorang dengan OCD pun punya kecenderungan melakukan BFRBS, begitu pula orang yang self-harm bisa mungkin muncul.

BFRBs juga terbagi kedalam beberapa tipe yang umum dikenali di ranah psikologi klisinis.

Yang pertama ada BFRB pada kuku, biasanya adalah Onychophagia (kebiasaan dalam mengigit kuku), Onychotillomania (kebiasaan dalam mencabut kuku)

Kemudian BFRBs pada kulit biasanya adalah, Dermatillomania (memencet jerawat/ kulit, menggaruk bekas luka atau area kulit yang sehat), Dermatophagia : (menggigit dan memakan kulit) ini biasanya mengigit kulit sekitar kuku tangan yang terkelupas atau kulit bibir yang kering.

BFRBs pada mulut biasanya adalah, Morsicatio buccarum (menggigit/mengunyah pipi bagian dalam), Morsicatio Linguarum (menggigit/mengunyah lidah).

BFRBs pada rambut biasanya adalah, Trichophagia (memakan/mengunyah rambut yang masih mengakar di kepala), Trichotemnimania (memotong/mematahkan rambut dengan tangan sendiri), Tricotillomania (mencabut rambut dari kulit kepala bahkan sampai botak)

BFRBs sebeneranya ada banyak, namun lebih jarang daripada 4 tipe di atas, umumnya kebiasaan BFRBs dimulai sejak kecil (usia SD), ada yang bisa berhenti namun ada juga yang bertahan terus sampai dewasa, secara psikologi, prilaku berulang ini sulit untuk dihentikan seringkali menandakan adanya kecemasan.

BFRBs dilakukan sebagai upaya menurunkan kecemasaan, nanum ini tidaklah sehat, di sisi lain kebiasaan ini mungkin dilakukan  karena menimbulkan kepuasaan tertentu pada diri seseorang. Sederhanany Ketika cemas, mungkin kita merasa tidak bisa mengontrol situasi.

BFRBs mungkin adalah manifestasi dari gangguan kecemasan. Jadi untuk bisa pelan-pelan mengubah kebiasaan BFRBs ini, perlu diatasi juga kecemasannya. Kalau di psikoterapi, BFRBs ini masuk ke dalam targeted behavior, salah satu dari banyaknya elemen yang perlu diproses dalam terapi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

psikologi level psikologis psikolog tes psikologi gangguan psikologis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top