Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sayur-sayuran Ini Bisa Kurangi Risiko Cedera Paru Akibat Covid-19

Riset dari Johns Hopkins Medicine menunjukkan senyawa sulforaphane yang terkandung dalam sejumlah sayuran hijau bisa menurunkan risiko cedera paru-paru akibat Covid-19 hingga 29 persen.
Robby Fathan
Robby Fathan - Bisnis.com 25 Maret 2022  |  17:30 WIB
Ilustrasi - iStokphoto
Ilustrasi - iStokphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Studi yang dilakukan kepada tikus oleh Johns Hopkins Medicine, menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran berdaun hijau, seperti brokoli, kembang kol, kale, kubis, dan pakcoy, dapat mengurangi risiko kerusakan paru-paru akibat Covid-19.

Hal tersebut disebabkan karena sayur-sayuran tersebut memiliki senyawa sulforafana atau sulforaphane--senyawa kaya sulfur yang terkandung dalam sayur-sayuran cruciferous.

Temuan itu mengungkapkan senyawa tersebut menurunan 17 persen jumlah virus di paru-paru dan sembilan persen penurunan jumlah virus di saluran pernapasan bagian atas.

Para peneliti juga menemukan bahwa cedera paru-paru 29 persen lebih rendah, dibandingkan dengan tikus yang tidak menerima sulforaphane.

Senyawa tersebut mengurangi peradangan di paru-paru dengan melindungi sel dari respons imun hiperaktif, yang tampaknya menjadi faktor pendorong yang menyebabkan orang meninggal karena Covid-19.

Sementara dalam penelitian sebelumnya, sulforaphane telah terbukti memberikan banyak manfaat kesehatan, terutama untuk pencernaan dan kanker. Senyawa tersebut juga memiliki sifat antioksidan, antimikroba, anti-inflamasi, anti-penuaan, pelindung saraf, dan anti-diabetes.

Penelitian tambahan pun menunjukkan, senyawa tersebut bisa mengurangi peradangan dengan menetralkan racun dalam tubuh.

Di sisi lain, dalam suatu percobaan, tim mengekspos sel tikus ke sulforaphane satu hingga dua jam sebelum menginfeksi sel dengan SARs-CoV-2. Mereka lalu menemukan, konsentrasi rendah senyawa tanaman mengurangi replikasi enam strain SARS-CoV-2 hingga 50 persen, termasuk varian Delta dan Omicron.

Temuan itu juga mengungkapkan bahwa menggabungkan sulforaphane dosis rendah dan remdesivir lebih efektif melawan virus daripada pengobatan yang diterapkan sendiri.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan sayuran Covid-19
Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top