Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hukum Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadan

Pada dasarnya, hubungan intim boleh saja dilakukan di bulan suci Ramadan, namun harus di waktu yang tepat. Yaitu setelah waktu berbuka puasa hingga belum muncul fajar subuh, yang menjadi tanda untuk awal puasa.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 27 Maret 2022  |  09:49 WIB
Hukum Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadan
Ilustrasi puasa - sfidn
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tidak selamanya puasa berjalan lancar. Terkadang  godaan dan cobaan silih berganti datang dan mendekat.

Dikutip dari nu.or.id, diantara cobaan yang berat adalah ketika datang nafsu bersetubuh yang amat sangat. Padahal magrib masih lama datang. Jikalau memang tidak terhindarkan lagi, maka tebusan dari kesalahan itu haruslah segera disediakan.

Pada dasarnya, hubungan intim boleh saja dilakukan di bulan suci Ramadan, namun harus di waktu yang tepat. Yaitu setelah waktu berbuka puasa hingga belum muncul fajar subuh, yang menjadi tanda untuk awal puasa.

Namun, ketika rasa ingin berhubungan suami istri dengan suami atau istri Anda datang pada siang hari, maka mereka diwajibkan membayar denda atau Kaffarah (tebusan).

Adapun, bagi pelanggaran puasa yang berupa hubungan seks (jima’) ada tiga jenis. Ketiganya tidak bisa dipilih salah satu, tetapi harus dilakukan sesuai urutan. Pertama, memerdekakan budak. Kedua, puasa dua bulan berturut-turut. Dan ketiga memberi paket kepada 60 orang fakir miskin.

Masing-masing 1 mud (60 ons) bahan makanan pokok. Karena dalam konteks kekinian, sangsi yang pertama tidak mungkin dilakukan, karena di zaman sekarang tidak ada lagi perbudakan. Maka sangsi kedua harus dilaksanakan kecuali ada halangan yang dibenarkan oleh syariat.

Maka sangsi ketiga menjadi tebusan terakhir yaitu memberikan 60 paket makanan pokok yang masing-masing seberat 60 ons.  

Namun demikian, seringkali mereka yang mengerti hukum akan berusaha menghindar dari ketiga jenis tebusan ini. Dengan cara membatalkan puasa terlebih dahulu (baik dengan makan atau minum) sebelum melakukan hubungan seks. Dengan harapan terhindar dari kaffarah ini. Jangan disangka dengan cara begitu bisa lepas dari hukuman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seks ramadhan pohan ramadhan awal ramadhan puasa ramadhan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top