Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berdayakan Ibu Rumah Tangga, With Love The Brand Optimis Tembus Mancanegara

Inilah kisah Stefani Amanda selaku Co-Founder dari With Love The Brand, bisnis fesyen lokal yang kini telah berdayakan hampir 50 penjahit di Jakarta dan sekitarnya.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 08 April 2022  |  18:30 WIB
Foto: Ilustrasi Koleksi Baju With The Love The Brand
Foto: Ilustrasi Koleksi Baju With The Love The Brand

Bisnis.com, JAKARTA - Siapa sangka berawal dari kesulitan mencari ukuran baju yang tepat saat berbelanja, menjadi usaha profesional yang menjadi sumber pencaharian banyak orang. Inilah kisah Stefani Amanda selaku Co-Founder dari With Love The Brand, bisnis fesyen lokal yang kini telah berdayakan hampir 50 penjahit di Jakarta dan sekitarnya. Berdiri pada 2018, With Love The Brand menghadirkan berbagai koleksi fesyen wanita seperti baju, tas, dan aksesoris untuk perempuan Indonesia hingga mancanegara.

“Pada zaman itu (berdiri), aku dan Co-Founder aku Renata kesulitan cari baju yang cukup untuk kami. Aku punya badan super kecil, sehingga size XS itu susah sekali dicari. Di sisi lain, banyak orang takut menggunakan baju yang di luar zona nyaman mereka, tapi sebenarnya ingin menunjukkan kepribadiannya lewat fesyen. Kita cari-cari ide, bereksperimen dengan model baju-baju dengan konsep romantis dan fun, agar perempuan-perempuan di luar sana bisa merasa semakin cantik dan percaya diri. Pengennya pas memakai baju merasa oh wow, aku tuh bisa kelihatan seperti ini.” jelas Amanda.  

Foto: Stefani Amanda, Co-Founder With The Love Brand

Melewati pandemi dengan strategi bisnis berbasis data

Amanda dan Renata yang pada waktu itu baru saja lulus kuliah juga menceritakan berbagai tantangan pengusaha pemula, mulai dari pemilihan vendor yang tepat, mencari penjahit hingga integrasi proses pembayaran yang lancar. “Tantangannya banyak sekali misalkan saat itu kami mencari banyak vendor yang akhirnya tidak jadi kerja sama karena barang kita dibawa pergi, hingga sampel yang hasilnya kurang pas di hati. Tak hanya itu, karena kita tidak mengerti IT, awalnya menggunakan payment gateway bawaan luar negeri yang CS-nya kurang responsif, sementara banyak pembayaran lewat kartu kredit konsumen yang gagal.

“Kami kemudian memutuskan menggunakan payment gateway Midtrans sebagai metode pembayaran di website brand kami. Oleh Midtrans, kami disediakan layanan pelanggan yang responsif, dan ada dashboard sendiri untuk melihat konfirmasi transaksi konsumen serta rekap pendapatan dalam sehari. Selain itu, karena nama Midtrans lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia, konsumen jadi lebih percaya untuk belanja lewat website With Love The Brand.”

Melewat pandemi tahun 2020 hingga sekarang, With the Love Brand terus ditantang untuk beradaptasi dengan perilaku konsumen yang mulai mengurangi penggunaan baju-baju liburan. Amanda menambahkan, “Meski pandemi berdampak, kalau bisa beradaptasi dengan tren pasar, kita akan bisa terus maju. Untuk itu data-data dari Midtrans sangat berguna, karena kita jadi tahu asalnya konsumen dari mana dan berapa basket size atau jumlah rata-rata yang mereka habiskan ketika belanja.

Contohnya sejak pandemi, basket size kami menurun mungkin gara-gara ekonomi, tapi kami bisa langsung adaptasi dengan mendorong harga yang terjangkau, tentu dengan kualitas yang tetap kami jaga. Kami juga mengupdate stok dengan lebih banyak produk yang bisa digunakan sehari-hari untuk acara privat, kerja, serta mengurangi baju-baju yang biasanya digunakan untuk liburan atau pernikahan. Dari data tersebut, kami juga bisa memetakan strategi mengubah kampanye menjadi fesyen stay at home, sehingga sampai sekarang usaha kami terus berkembang.”

Berdayakan UMKM hingga menjadi bagian dari keluarga besar GoTo

Kisah perjalanan Amanda bersama Midtrans, payment gateway bagian dari GoTo Financial juga mendorongnya membeli saham GoTo pada saat GoTo melakukan penawaran perdana saham pada bulan Maret 2022. “Sebelumnya sudah biasa investasi saham. Nah ketika tau GoTo mau IPO, menurutku saham perusahaan teknologi peluangnya sangat besar, apalagi sebagai perusahaan karya anak bangsa.

Jadi sebagai konsumen dan juga pengusaha, aku mau jadi bagian dari keluarga besar GoTo. When you invest in something, you invest in something that you believe in. Aku yakin perusahaan teknologi di Indonesia ini sangat berpotensi jadi lebih besar lagi, dan bahkan membawa IHSG Indonesia lebih bagus lagi ke depannya. Aku juga melihat IPO ini adalah awal yang bagus untuk perusahaan teknologi lainnya maju dan berkembang.” tambah Amanda.

Amanda juga berharap GoTo bisa lebih besar lagi dan dapat membantu UMKM Indonesia untuk lebih berkembang bersama-sama. “Aku sangat percaya sama GoTo, dan karena diberikan kesempatan dari GoTo untuk dapat alokasi saham ini (program Saham Gotong Royong), aku senang sekali. Semoga lebih banyak investor yang ikutan dan memutarkan kasnya ke Indonesia, sehingga membuat ekonomi Indonesia lebih maju lagi.”

Kesamaan misi memberdayakan UMKM ini tercermin dari inisiatif With The Love The Brand yang memberdayakan penjahit dari kalangan ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya hanya menerima pesanan kecil-kecilan, bukan konveksi besar. “Awalnya ibu-ibu ini kerjanya di rumah karena jaga anak, sehingga kami kasih mesin jahit.

Awalnya cuma satu ibu-ibu, kemudian berlanjut mengajak dua atau tiga orang untuk di With Love The Brand. Mungkin karena kisah sukses dari ibu-ibu lain, berita ini menyebar dengan sendirinya. Mereka senang bekerja bersama kami karena jam kerja fleksibel. Apalagi karena situasi pandemi, mereka bisa tetap dirumah aja, santai mengerjakan hal yang sama, tapi memperoleh pendapatan yang sama bahkan lebih. Bahkan sekarang, suami-suami nya juga ikut juga membantu untuk memotong baju, hingga menyebar baju ke tetangga-tetangga.“ 

Foto: Co-Founders bersama mitra penjahit With The Love Brand

Ke depannya, Amanda dan With Love the Brand berencana untuk ekspansi lebih jauh keluar negeri untuk dapat melayani basis peminat luar negeri seperti membuka pop-up store atau bekerjasama dengan influencer luar negeri.

“Sudah banyak peminat dari Singapura dan Malaysia yang belinya langsung lewat situs kami, karena pembayaran bisa diproses menggunakan kartu kredit lewat payment gateway Midtrans. Kami senang melihat basis konsumen kami terus tumbuh dan masyarakat luar negeri semakin familiar dengan brand Indonesia. Bahkan pernah ada email dari konsumen, surat cinta panjang yang menyatakan sudah lama mencari brand ini mereka menemukan kecocokan di With Love. They feel beautiful when they wear our collection, jadi ibu-ibu penjahit kami juga senang sekali.” tutup Amanda dengan antusias. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion lifestyle GoPay
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top