Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Traveling yang Nyaman untuk Si Kecil

Momen traveling keluarga dapat dimanfaatkan menjadi sebuah kesempatan yang baik untuk mempererat bonding dengan si kecil.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 17 April 2022  |  03:32 WIB
Ilustrasi - Top10inaction
Ilustrasi - Top10inaction

Bisnis.com, JAKARTA - Traveling bersama si kecil merupakan salah satu pengalaman yang berkesan bagi setiap keluarga, dimana si kecil dapat belajar banyak hal baik di perjalanan maupun di lokasi yang dituju.

Momen traveling keluarga dapat dimanfaatkan menjadi sebuah kesempatan yang baik untuk mempererat bonding dengan si kecil. Untuk memastikan si kecil selalu merasa nyaman sepanjang perjalanan, ibu perlu menyiapkan semua kebutuhannya mulai dari pakaian, makanan, susu, dan tentunya popok yang ringan serta tidak mudah bocor.

Kesha Ratuliu, public figure dan ibu anak satu, mengungkapkan, traveling adalah sebuah petualangan menyenangkan bersama si kecil, Qwenzy. Traveling dengan bayi berarti harus menyiapkan berbagai kebutuhannya selengkap mungkin agar tidak rewel baik di perjalanan maupun di tujuan nanti. Hal utama yang harus dilakukan adalah survei tempat-tempat yang baby friendly.

“Misalkan apakah ada tempat khusus menyusui atau mengganti popok, apakah cukup ramai orang, dan lainnya karena ini akan menentukan perlengkapan apa saja yang harus dibawa," ujarnya.

Kedua, pakaian yang sesuai dengan tempat yang dituju, apakah udaranya dingin atau cenderung terik, dan usahakan selalu bawa cadangan. Ketiga, bawa ASIP untuk berjaga-jaga andaikan tidak ada tempat untuk direct breastfeeding. Keempat, mainan favorit untuk menghibur agar tetap ceria.

"Kemudian yang paling penting adalah harus membawa popok andalan yang dapat menjaga kulit Qwenzy tetap kering serta membuatnya nyaman beraktivitas dan tidur nyenyak.” tambahnya lagi.

Jason Lee, CEO MAKUKU Indonesia, menjelaskan, mayoritas popok yang beredar di pasaran saat ini menggunakan inti campuran pulp dan SAP, sehingga menyebabkan mudah menggumpal, popok menjadi tebal dan berat, penyerapan tidak merata, dan terjadi osmosis balik.

Pulp adalah hasil dari pemisahan serat yang terdapat pada serat kayu yang biasanya digunakan untuk membuat kertas. Sedangkan SAP adalah polimer hidrofilik yang memiliki kemampuan dapat menyerap cairan hingga lebih dari 100x lipat dari beratnya sendiri.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

traveling parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top