Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

11 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

Berikut daftar 11 makanan dan minuman yang harus dihindari oleh penderita diabetes atau pradiabetes seperti dilansir dari Health Line, Sabtu (23/4/2022). 
1

Penderita diabetes pantang konsumsi makanan dan minuman ini

Ilustrasi madu yang ternyata tidak boleh dikonsumsi penderita diabetes - Freepik.com
Ilustrasi madu yang ternyata tidak boleh dikonsumsi penderita diabetes - Freepik.com

Berikut daftar 11 makanan dan minuman yang harus dihindari oleh penderita diabetes atau pradiabetes seperti dilansir dari Health Line, Sabtu (23/4/2022).

11 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

6. Kopi Kemasan

Kopi memang memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, termasuk penurunan risiko diabetes. Namun, berbeda halnya dengan minuman kopi kemasan yang umumnya memiliki kandungan krimer dan gula yang tinggi.

Untuk menjaga gula darah Anda terkendali dan mencegah penambahan berat badan, pilih kopi biasa atau espresso dengan krimmer atau gula yang tak lebih dari satu sendok makan.

7. Madu dan Olahan Sirup

Di bawah ini adalah jumlah karbohidrat dari porsi 1 sendok makan pemanis populer:
- gula putih: 12,6 gram
- madu: 17,3 gram
- agave nektar: 16 gram
- sirup maple: 13,4 gram

Strategi terbaik Anda adalah menghindari semua bentuk gula dan menggunakan pemanis alami rendah karbohidrat sebagai gantinya.

8. Buah Kering

Buah merupakan sumber beberapa vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin C dan potasium. Saat buah dikeringkan, prosesnya menghasilkan hilangnya air yang menyebabkan konsentrasi nutrisi ini lebih tinggi. Sayangnya, kandungan gulanya menjadi lebih pekat juga.

Satu cangkir (151 gram) buah anggur mengandung 27,3 gram karbohidrat, termasuk 1,4 gram serat. Sebaliknya, 1 cangkir (145 gram) kismis mengandung 115 gram karbohidrat, 5,4 di antaranya berasal dari serat.

Oleh karena itu, kismis mengandung karbohidrat empat kali lebih banyak daripada anggur. Jenis buah kering lainnya juga memiliki karbohidrat yang lebih tinggi daripada buah segar.

9. Makanan Ringan dalam Kemasan

Pretzel, biskuit, dan makanan kemasan lainnya bukanlah pilihan camilan yang baik. Makanan ini biasanya dibuat dengan tepung halus dan hanya memiliki sedikit asupan nutrisi, meskipun mereka memiliki banyak karbohidrat yang cepat dicerna yang dapat dengan cepat meningkatkan gula darah.

Berikut adalah jumlah karbohidrat untuk porsi 1 ons (28 gram) dari beberapa makanan ringan populer:

- biskuit asin: 20,7 gram karbohidrat, termasuk 0,78 gram serat
- pretzel: 22,5 gram karbohidrat, termasuk 0,95 gram serat
- kerupuk graham: 21,7 gram karbohidrat, termasuk 0,95 gram serat

10. Jus Buah

Meskipun jus buah sering dianggap sebagai minuman sehat, efeknya pada gula darah mirip dengan soda dan minuman manis lainnya. Ini berlaku untuk jus buah 100 persen tanpa pemanis, serta jenis yang mengandung tambahan gula.

Dalam beberapa kasus, jus buah bahkan lebih tinggi gula dan karbohidratnya daripada soda. Sama halnya dengan minuman yang dimaniskan dengan gula, jus buah sarat dengan fruktosa. Fruktosa mendorong resistensi insulin, obesitas, dan penyakit jantung

Alternatif yang jauh lebih baik adalah menikmati air dengan irisan lemon, yang menyediakan kurang dari 1 gram karbohidrat dan hampir bebas kalori.

11. Kentang Goreng

Kentang terkenal dengan kadar karbohidratnya yang relatif tinggi. Satu kentang ukuran sedang mengandung 34,8 gram karbohidrat, dimana 2,4 gram di antaranya berasal dari serat.

Namun, setelah dikupas dan digoreng dengan minyak sayur, kentang tidak hanya meningkatkan gula darah Anda. Makanan yang digoreng telah terbukti menghasilkan senyawa yang kurang baik untuk tubuh. Senyawa ini dapat meningkatkan peradangan dan meningkatkan sejumlah risiko penyakit seperti memicu penyakit jantung dan kanker.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes tips sehat Penyakit Diabetes Gejala Penyakit
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top