Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terjebak Macet, Berbahayakah Menahan Pipis dalam Jangka Waktu Lama?

Profesor Zubairi Djoerban mengatakan berapa lama dapat menahan pipis dengan aman, tiap orang bervariasi, karena berdasarkan seberapa banyak dan apa jenis minuman yang dikonsumsinya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 06 Mei 2022  |  18:35 WIB
Tisu Toilet - ilustrasi
Tisu Toilet - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Selama mudik dan arus balik lebaran, kemacetan pasti tidak bisa dihindarkan.

Salah satu kendala di tengah kemacetan adalah ketika Anda ingin pipis atau buang air kecil.

Apalagi jika macet terjadi di tengah jalan tol yang tidak ada toilet untuk didatangi.

Akhirnya, Anda terpaksa menahan pipis hingga mencapai tujuan atau ketika sampai di rest area.

Lantas apakah menahan pipis itu tidak berbahaya?

Profesor Zubairi Djoerban mengatakan berapa lama dapat menahan pipis dengan aman, tiap orang bervariasi, karena berdasarkan seberapa banyak dan apa jenis minuman yang dikonsumsinya.

Idealnya, katanya, setiap tiga jam kita mengosongkan kandung kemih secara teratur. Frekuensinya sekitar 8-10 kali per hari.

Menurutnya, menunda pipis sesekali tidak akan mengancam kesehatan. Akan jadi berbahaya ketika terlalu sering mengabaikan keinginan pipis dan menjadi kebiasaan.

Jika Anda terpaksa harus menahan pipis selama 10 jam lebih, Anda mungkin akan mengalami retensi urine, yang berarti otot-otot di kandung kemih tidak dapat rileks dan jadi susah pipis.

"Kandung kemih bisa pecah? Dalam skenario tertentu bisa saja terjadi. Namun amat jarang," katanya dikutip dari akun twitternya.

Dia memberikan saran, yang harus dilakukan setelah berjam-jam menahan pipis. adalah melakukan pipis secara perlahan dan tunggu sekitar satu menit lagi setelah merasakan sensasi "selesai". Kemungkinan masih ada lebih banyak urine di kandung kemih dan pastikan semuanya keluar.

Namun, dia menyatakan menahan pipis tidak akan menyebabkan terjadinya Infeksi Saluran Kemih (ISK). Pasalnya, infeksi terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih. Namun, jika Anda sering tidak mengosongkan kandung kemih secara teratur, bakteri lebih mungkin untuk berkembang biak.

Tapi, lanjutnya, Anda akan berisiko ISK jika minum air sedikit, sebab kandung kemih tidak akan cukup penuh mengirim sinyal untuk buang air kecil. Dus, bakteri yang ada di sistem saluran kemih akan berkembang biak, dan berpotensi menyebabkan infeksi.

Gejala Infeksi Saluran Kemih yakni sering ingin pipis, urine bau menyengat, urine keruh, nyeri panggul, ada darah dalam urine.

"Apa yang bisa membantu saat menahan pipis? Jaga agar punggung tetap lurus untuk mengurangi tekanan pada kandung kemih dan upayakan suhu mobil tidak terlalu dingin. Upayakan juga jangan sampai bersin dan tertawa berlebihan," paparnya.

Profesor Zubairi juga menjelaskan, ada beberapa orang sering pipis, seperti sebagian perempuan yang telah memiliki anak, akan memiliki keinginan pipis lebih sering yang disebabkan melemahnya otot dan stimulasi saraf. Itu wajar. Dorongan pipis lebih sering juga terjadi jika Anda kerap minum kopi dan teh.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

macet kencing manis Kencing
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top