Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Safir Senduk Sebut Uang THR Anak Jadi Awal Investasi Bodong, Begini Reaksi Emak-emak

Perencana Keuangan Safir Senduk dikritik warganet karena komentarnya soal uang lebaran anak awal mula investasi bodong
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 06 Mei 2022  |  15:19 WIB
Safir Senduk Sebut Uang THR Anak Jadi Awal Investasi Bodong, Begini Reaksi Emak-emak
Safir Senduk
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perencana keuangan Safir Senduk tiba-tiba menjadi viral di media sosial pasca komentarnya soal uang THR atau angpau lebaran anak yang dititipkan pada ibunya.

Menurut Safir Senduk, penitipan uang THR lebaran itu menjadi awal dari Investasi bodong.

Ketika orang tua meminta uang lebaran anak dititip di ibunya, disitulah anak mulai mengenal investasi bodong.

Postingan Safir Senduk itu mendapat respons beragam dari para warganet. 

Ada yang setuju dengan pernyataannya, ada juga yang mengkritiknya.

Berikut komentar warganet

Maaf, kata setiap Emak-emak kurang pas, seharusnya Kebanyakan Emak-emak.Karena Tidak Semua Emak-emak seperti Itu.

setiap orang tua punya pemikiran nya sendiri, kebutuhan sekolah anak kan juga banyak ,maka nya di simpen sama ortu nya ,kan gak masalah ,gak ada ortu yg makan uang anak nya dengan cuma cuma

Keji sekali candaan anda. Padahal kalaupun dipke ibu/emaknya biasanya digunakan untuk keperluan anak2nya juga.

Mas, anda lelaki. Saya paham ini bercanda. Bagi saya, cukup nyengir aja meski kurang sreg. Tapi bagi para ibu yg berjuang dalam kondisi kesulitan keuangan shg terpaksa memakai uang anaknya, candaan ini lumayan nampol sakitnya. Belajarlah utk memahami dunia perempuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thr thr lebaran safir senduk
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top