Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini 9 Cara Mencegah Infeksi Virus Hepatitis bagi Anak dan Lansia

Virus hepatitis dideteksi di berbagai negara. Virus ini rentan menyerang anak dan lansia, simak cara mencegah infeksi tersebut.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 07 Mei 2022  |  09:45 WIB
Ini 9 Cara Mencegah Infeksi Virus Hepatitis bagi Anak dan Lansia
Ilustrasi seorang anak dirawat akibat hepatitis akut misterius - WHO
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Virus hepatitis bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa. Virus ini bisa dicegah masuk ke dalam tubuh.

Cara mencegah virus hepatitis masuk ke tubuh manusia adalah mendapatkan vaksin sedini mungkin. Sebab, virus ini bisa menyerang setiap orang yang memiliki imunitas yang lemah. 

Simak cara mencegah penularan hepatitis:

  1. Dapatkan vaksin untuk hepatitis A dan hepatitis B.
  2. Gunakan kondom saat berhubungan seks.
  3. Jangan berbagi jarum untuk minum obat.
  4. Jaga kebersihan, seperti mencuci tangan pakai sabun dan air.
  5. Jangan gunakan barang-barang pribadi orang yang terinfeksi.
  6. Lakukan tindakan pencegahan saat membuat tato atau tindik badan.
  7. Berhati-hatilah saat bepergian ke daerah-daerah di dunia dengan sanitasi yang buruk.
  8. Minum air kemasan saat bepergian.
  9. Hindari pergi ke panti jompo dan tempat penitipan anak, karena lokasi tersebut berisiko penularan hepatitis.

Bagaimana penyebaran hepatitis?

Hepatitis A dapat menyebar melalui makanan atau air minum yang membawa virus melalui potongan kotoran dari orang yang terinfeksi. (Ini disebut rute fekal-oral.) Anda juga bisa tertular hepatitis A dari kontak seksual.

Simak cara penularan hepatitis B:

  1. Berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi.
  2. Berbagi jarum kotor.
  3. Berada dalam kontak langsung dengan darah yang terinfeksi.
  4. Mendapat cedera tertusuk jarum.
  5. Ditransfer dari ibu ke anak yang belum lahir.
  6. Berada dalam kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.
  7. Seorang ibu yang terinfeksi memiliki kemungkinan tinggi memberikan hepatitis B kepada anaknya selama atau setelah kelahiran.

Biasanya, perempuan hamil harus dites hepatitis B. Dalam waktu 12 jam setelah lahir, bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B perlu menerima pengobatan dengan antibodi hepatitis B dan vaksin hepatitis B. Hal ini dapat mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak virus lansia hepatitis
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top