Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada! Perempuan Indonesia Lebih Banyak Terdiagnosis Gagal Jantung

Studi terbaru mencatat bahwa perempuan di Indonesia lebih banyak terdiagnosis penyakit gagal jantung dibanding pria.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 31 Mei 2022  |  15:52 WIB
Waspada! Perempuan Indonesia Lebih Banyak Terdiagnosis Gagal Jantung
Ilustrasi lansia mengalami gagal jantung - Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA – Studi terbaru menyebutkan perempuan di Indonesia ternyata lebih banyak terdiagnosis penyakit kardiovaskular atau gagal jantung.

Dalam survei yang dilakukan terhadap 2.000 pasien penyakit kardiovaskular dari fasilitas kesehatan tipe B dan A yang ada di Jawa dan Sumatera, prevalensi penyakit ini sudah mencapai angka 5 persen. Studi tersebut mencatat bahwa perempuan lebih besar terdiagnosis gagal jantung dibanding pria.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siti Elkana Nauli menyebutkan bahwa ada tiga faktor yang membuat perempuan lebih rentan terdiagnosis penyakit gagal jantung. "

"Pertama, perempuan umumnya datang terlambat saat melakukan pemeriksaan penyakit dengan beberapa alasan rumah tangga," katanya dalam forum edukasi penyakit gagal jantung yang digelar Novartis pada Selasa (31/5/2022).

Dia menuturkan faktor tersebut lebih banyak mengindikasikan bahwa perempuan di Indonesia lebih banyak terdiagnosis jika dibandingkan faktor genetik.

Dalam upaya menurunkan angka penyakit gagal jantung ini, Nauli berkoordinasi dengan orang yang berpengaruh dalam masyarakat untuk mendata warga yang terindikasi penyakit ini dan mengatakan bahwa orang yang terindikasi harus rutin melakukan kontrol.

“Itulah yang kita lakukan sampai saat ini, dari mulai 10 persen sekarang sudah mulai naik sekitar 30-40 persen,” imbuhnya.

Selain k melancarkan gerakan kerja gagal jantung dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Nauli juga membujuk ibu-ibu yang susah untuk diajak kontrol penyakit dengan memberikan motivasi agar melihat anaknya saat melihat ibunya terpapar penyakit ini.

Dia menuturkan selain alasan non-medis yang sudah dipaparkan, bahwa ada hal lain yang menjadi penyebab hal tersebut.

Nauli melihat hanya ada fase yang hanya dimiliki oleh perempuan, yaitu saat kehamilan di usia produktif terdapat peningkatan darah waktu hamil. Perempuan juga mengalami kondisi dimana kemungkinan adanya kerusakan jantung pada saat proses kehamilan.

"Penyebab lainnya adalah seperti pembiaran kondisi kaki yang membengkak setelah kehamilan yang berlangsung lama atau biasa disebut kardiomiopati," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jantung penyakit jantung penyakit kardiovaskular
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top