Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Gadis Remaja 18 Tahun Kena Stroke, Ini Penyebab dan Gejala Stroke Usia Muda

Diperkirakan 10% stroke terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun. Dilansir dari Health Essentials Cleveland Clinic, penggunaan obat-obatan terlarang dan kondisi genetik tentu menjadi penyebab beberapa stroke pada populasi yang lebih muda,
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 22 Juni 2022  |  11:47 WIB
Viral Gadis Remaja 18 Tahun Kena Stroke, Ini Penyebab dan Gejala Stroke Usia Muda
Viral Gadis Remaja 18 Tahun Kena Stroke, Ini Penyebab dan Gejala Stroke Usia Muda

Bisnis.com, JAKARTA — Di media sosial Tiktok, sebuah akun mengunggah pengalamannya divonis kena stroke di usianya yang baru menginjak 18 tahun.

Dia pertama kali diketahui kena stroke karena telinganya berdengung dan tidak bisa mendengar. Ternyata ketika konsultasi ke dokter disebutkan jika dia terkena stroke.

Iya, stroke memang saat ini bisa menimpa usia berapapun, termasuk usia muda.

Sementara, banyak anak muda mengabaikan gejala stroke karena mereka pikir mereka terlalu muda atau terlalu sehat. Padahal, mengetahui tanda-tanda peringatan dan mencari bantuan sesegera mungkin dapat mencegah stroke membatasi produktivitas Anda di masa depan.

Faktanya, diperkirakan 10% stroke terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun. Dilansir dari Health Essentials Cleveland Clinic, penggunaan obat-obatan terlarang dan kondisi genetik tentu menjadi penyebab beberapa stroke pada populasi yang lebih muda,

Selain itu, penyebab stroke pada orang remaja atau yang masih muda, mencerminkan penyebab diseksi arteri, yaitu robekan kecil di arteri (yang juga dapat terjadi dengan trauma) yang menyebabkan arteri menutup.

Beberapa penyebab stroke yang diturunkan pada orang di bawah usia 50 tahun meliputi:

- Penyakit jantung bawaan: Setiap kondisi yang menyebabkan kelainan struktural jantung atau irama jantung yang tidak teratur meningkatkan risiko stroke.

-  Gangguan pembekuan darah: Kondisi yang meningkatkan kecenderungan trombosit atau sel darah merah untuk menggumpal saat bergerak melalui tubuh.

- Penyakit sel sabit: Sel sabit yang cacat dapat menyumbat arteri dan pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke secara signifikan. Risiko pada orang yang lebih muda ini 200x lebih tinggi daripada seseorang tanpa penyakit sel sabit.

- Kondisi metabolik: Kondisi seperti penyakit Fabry dapat menyebabkan Anda mengembangkan faktor risiko stroke seperti penyempitan pembuluh darah yang memasok darah ke otak, tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol abnormal.

Pencegahan stroke dimulai dengan memodifikasi faktor risiko. Berperan aktif dalam menerapkan pola hidup sehat agar tidak mengalami faktor risiko sebelum waktunya. Jika Anda memiliki kondisi genetik yang diketahui, tindak lanjuti dengan dokter Anda secara teratur.

Faktor risiko stroke pada semua kelompok umur meliputi:

- Tekanan darah tinggi.

- Kolesterol Tinggi.

- Diabetes.

- Merokok.

- Kegemukan.

- Struktur jantung yang tidak normal, baik yang diturunkan maupun yang didapat.

Serangan sakit kepala yang parah sebagai tanda peringatan khusus untuk orang yang lebih muda, khususnya untuk stroke hemoragik atau pendarahan ke otak.

Rasa sakit yang ditandai sebagai sakit kepala terburuk dalam hidup Anda atau perasaan seperti guntur di kepala Anda adalah tanda Anda harus segera menemui dokter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jantung kolesterol stroke Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top